Skip to main content

Barangkali

barangkali kita mesti menepi
di sini tak ada lagi yang perlu diharapkan
tak jua tuan kuasa
sementara perut kita membusung seperti busungan
perut perempuan sedang hamil tua

barangkali sekarang juga
kita mengungsi diri dari amukan birahi hidup
di sini tak ada lagi areal sawah bercocok langkah
dan langit-langit kampung telah ditutupi baliho-baliho iklan hingga
kadang-kadang air hujan malas untuk sekedar hinggap

barangkali telinga kita mesti mengutip petikan suara
sisa siul burung hantu
ketika suara merdu sang perapal do’a hilang
dibalut dentum bebunyian negeri antah berantah
yang akhirnya orang-orang alim ganti profesi menjadi bintang iklan televisi

barangkali kita mesti malas-malasan pergi ke sekolah
karena di sana guru-guru telah mengecat wajahnya menyerupai badut
lihatlah ibu guru kita yang bermake-up tebal dan
bapak guru ogah-ogahan bercerita karena mulutnya
selalu tersumpal cerutu imitasi Kuba

barangkali kantor pemerintahan kampung kita
mesti segera tutup
di sana tidak ada lagi para pengabdi
yang ada hanyalah para pengais rezeki seperti
para pemulung yang menggantung nasib pada tumpukan sampah
maka untuk menggantikan urusan birokrasi
perbanyaklah warung kopi



Banda Aceh, Medio Juni-Juli 2009
nb. [ini puisi pernah dimuat di koran lokal, tapi saya lupa tanggalnya.]

Popular posts from this blog

Satu Jam Bersama Ibu & Putri Ishak Daud Di Rumah Kak Na

Marlina atau akrab dipanggil Kak Na, istri Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dengan balutan gaun biru muda terlihat sumringah sore ini. Duduk berbaur bersama sejumlah ibu-ibu berusia lanjut di Aula rumah dinas di Jalan Syeich Muda Wali Banda Aceh, Rabu sore 31 Juli 2013, Kak Na menggelar acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan Nyak-nyak pedagang kaki lima. 
Di aula yang terletak di samping kanan rumah dinas itu, sejumlah penganan buka puasa mewah sudah tersedia di meja bulat yang kerap dipakai oleh pejabat teras pemerintah. Namun, hari ini, atas undangan Kak Na meja dengan hiasan bordiran khas Aceh ini dipakai oleh sekitar 50-an lebih pedagang kaki lima. 
Saat saya masuk ke ruangan ini, Kak Na duduk di meja paling depan dan akrab bergurau dengan seorang gadis kecil yang duduk di samping kanannya. Tepat di depannya seorang nenek duduk sambil sesekali tersenyum melihat Kak Na bersenda dengan gadis kecil tersebut. 
“Selain Nyak-nyak yang hadir sebagai tamu khusus, Kak Na punya tam…

'Mabok Halal' Ala Kopi Aceh

"Di Aceh tak ada minuman halal lain yang bikin pening alias mabok kecuali kopi. Yang haram tapi bikin mumang? Ada, dan saya tak bilang banyak. Kalau mau dicari Ie Jok Masam salah satunya."

Sopir Nyentrik dan Gosip Para Perempuan Tentang Profil Calon Gubernur Aceh Kedepan

Dalam angkutan umum Minibus L.300 jurusan Banda Aceh-Lhokseumawe. Penumpang penuh. Dua orang perempuan di samping sopir, tiga orang perempuan di jok belakang sopir, dua perempuan dan satu laki-laki di baris ketiga. Saya bersama satu penumpang laki-laki lainnya duduk di jok paling belakang.
Aku menumpangi mobil ini saat pulang ke Meureudu akhir Januari lalu. Ini mobil penumpang yang mangkal di terminal angkutan umum antar kota dalam provinsi di Batoh, Banda Aceh. Mobil yang kutumpangi adalah salah satu mobil yang tergabung dalam perusahaan jasa angkutan CV. Mandala. Setidaknya inilah yang tertulis dengan stiker putih di bagian atas kaca depannya.
Sang sopir adalah seorang pria setengah baya. Agak nyentrik untuk ukuran sopir L.300 yang sering kutemui ketika bolak balik Banda Aceh-Meureudu atau ketika aku bepergian ke daerah-daerah lain di Aceh. Minibus L.300 adalah satu-satunya jenis mobil penumpang alternatif yang menjangkau seluruh kabupaten kota di Aceh.
Si sopir yang kubilang nyentri…