Bung Karno

doc. http://penasoekarno.wordpress.com  
Bung Karno. Siapa yang tak kenal beliau di negara ini. Salah satu foundingfather-nya Indonesia ini memang benar-benar orang besar adanya. Dan adalah layak (mesti) pula sepak terjangnya pada zaman revolusi dulu diteladani oleh kaum muda sekarang. Telah banyak pula buku-buku yang menulis tentang pribadi yang satu ini.
Dari lisannya pula banyak keluar qoute-qoute yang sampai sekarang patut dipelajari dan direnungi. Apalagi dengan kondisi negara seperti sekarang ini. Kasus-kasus tumpang tindih, dan rakyat seperti makin kejepit saja kelihatannya. Maka ucapan-ucapan Bung Karno yang pernah tercatat kadang bisa menjadi sebagai petuah yang seharusnya diemban oleh penguasa. Beberapa diantaranya, khusus pemahamannya tentang demokrasi saya catat dari beberapa buku seperti berikut ini: 

"Negara Indonesia memang negara demokrasi, dan demokrasi berarti kebebasan, kebebasan berfikir, kebebasan menulis, kebebasan bertindak, kebebasan menurut perubahan. Hanya saja kadang-kadang demokrasi itu tak kenal akan batas-batasnya sendiri, dan lantas meluap menjadi anarki." (Pidato Proklamasi 17 Agustus 1950).
"Jadilah abdinya rakyat, dan jangan bedil-bedil yang engkau miliki diarahkan kepada rakyatmu sendiri." (Menggali Api Revolusi, 11 Amanat Bung Karno). 

"Tidak boleh terjadi lagi, bahwa rakyat ditunggangi oleh pemimpin. Tidak boleh lagi terjadi, bahwa rakyat menjadi alat demokrasi. Tetapi sebaliknya, demokrasi harus menjadi alat rakyat. Alat rakyat untuk mencapai tujuan rakyat. Tujuan rakyat yang telah dikorbani oleh rakyat berpuluh-puluh tahun, yaitu negara kuat, masyarakat adil dan makmur." (Pidato Proklamasi 17 Agustus 1959).

"Kita menderita penyakit doyan omong, menderita penyakit misbegrib van democratie (kesalahpahaman demokrasi). Kita mengira omong dan kritik itulah berarti demokrasi, dan bahwa makin banyak omong makin banyak kritik itulah makin berjalannya demokrasi. Padahal bukan itulah demokrasi. (Pidato Proklamasi 17 Agustus 1959).

Saya catat ini kembali setidaknya untuk petuah saya pribadi, atau kalau mungkin untuk teman-teman lain yang datang ke sini. Sumber: Wawan Tunggul Alam, Mutiara Kata Bung Karno (Untuk Rakyat Indonesia), Jakarta: Millenium Publisher, 2001.

Popular Posts