Skip to main content

Do'a Akhir Bulan Ramadhan

doc. zoel gebe 
Kenapa mesti berdo'a? 
Bermula kata seorang zahid, bahwa ikhtiar (usaha) dan do'a itu bersenyawa. Adalah baik bagi kita untuk kembali menghafal atau sekadar mengingat beberapa do'a. Hal keadaan ini mesti ianya kita kerjakan agar kita selamat dari penyakit lupa-lupa ingat. Yaitu, penyakit yang sekali ingat kemudian keterusan lupa. Maka pada hari baik dan cantik ini, hari dalam bulan yang teramat-amat cantik pula; adalah cantik dan baik juga jikalau kita sama-sama berdo'a. Mari berdo'a, sekiranya kita bisa hidup tenang dalam segala rupa persoalan.

Sebagai pengingat pula, terlebih untuk saya pribadi; ini bulan sudah menuju akhir. Dimana akhir bulan ini boleh jadi menjadi akhir pula hidup kita di sini. Sehingga bulan yang penuh rahmat, meluap berkah, berhimpun baraqah, yakni bulan ramadhan yang suci ini, tak dapat kita kecap lagi tahun-tahun depan nanti. Maka, apalah daya yang ada selain kita berdo'a kepada Yang Maha Kuasa. Dan do'a untuk akhir ramadhan ini, agar kita bisa menjumpainya kembali pada tahun-tahun selanjutnya, adalah seperti yang pernah disabdakan Rasullah s.a.w. dalam haditsnya. Begini:

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda: "Barangsiapa yang berdo'a di akhir sujud shalat subuh pada jum'at terakhir di penghujung bulan ramadhan, niscaya Allah s.w.t. akan mengabulkan do'anya."
Para sahabat bertanya, "do'a apa itu ya Rasulullah?" Rasulullah menjawab, berdoalah: "Ya Allah, pertemukan saya di bulan ramadhan tahun berikutnya dalam keadaan sehat wal afiat. Mudahkanlah rezeki dan segala urusanku, ya Allah."

Sumber: Buku Kumpulan Do'a-do'a.

Popular posts from this blog

Satu Jam Bersama Ibu & Putri Ishak Daud Di Rumah Kak Na

Marlina atau akrab dipanggil Kak Na, istri Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dengan balutan gaun biru muda terlihat sumringah sore ini. Duduk berbaur bersama sejumlah ibu-ibu berusia lanjut di Aula rumah dinas di Jalan Syeich Muda Wali Banda Aceh, Rabu sore 31 Juli 2013, Kak Na menggelar acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan Nyak-nyak pedagang kaki lima. 
Di aula yang terletak di samping kanan rumah dinas itu, sejumlah penganan buka puasa mewah sudah tersedia di meja bulat yang kerap dipakai oleh pejabat teras pemerintah. Namun, hari ini, atas undangan Kak Na meja dengan hiasan bordiran khas Aceh ini dipakai oleh sekitar 50-an lebih pedagang kaki lima. 
Saat saya masuk ke ruangan ini, Kak Na duduk di meja paling depan dan akrab bergurau dengan seorang gadis kecil yang duduk di samping kanannya. Tepat di depannya seorang nenek duduk sambil sesekali tersenyum melihat Kak Na bersenda dengan gadis kecil tersebut. 
“Selain Nyak-nyak yang hadir sebagai tamu khusus, Kak Na punya tam…

'Mabok Halal' Ala Kopi Aceh

"Di Aceh tak ada minuman halal lain yang bikin pening alias mabok kecuali kopi. Yang haram tapi bikin mumang? Ada, dan saya tak bilang banyak. Kalau mau dicari Ie Jok Masam salah satunya."

Sopir Nyentrik dan Gosip Para Perempuan Tentang Profil Calon Gubernur Aceh Kedepan

Dalam angkutan umum Minibus L.300 jurusan Banda Aceh-Lhokseumawe. Penumpang penuh. Dua orang perempuan di samping sopir, tiga orang perempuan di jok belakang sopir, dua perempuan dan satu laki-laki di baris ketiga. Saya bersama satu penumpang laki-laki lainnya duduk di jok paling belakang.
Aku menumpangi mobil ini saat pulang ke Meureudu akhir Januari lalu. Ini mobil penumpang yang mangkal di terminal angkutan umum antar kota dalam provinsi di Batoh, Banda Aceh. Mobil yang kutumpangi adalah salah satu mobil yang tergabung dalam perusahaan jasa angkutan CV. Mandala. Setidaknya inilah yang tertulis dengan stiker putih di bagian atas kaca depannya.
Sang sopir adalah seorang pria setengah baya. Agak nyentrik untuk ukuran sopir L.300 yang sering kutemui ketika bolak balik Banda Aceh-Meureudu atau ketika aku bepergian ke daerah-daerah lain di Aceh. Minibus L.300 adalah satu-satunya jenis mobil penumpang alternatif yang menjangkau seluruh kabupaten kota di Aceh.
Si sopir yang kubilang nyentri…