Skip to main content

Hikayat Kentut

Kentut 1;

karena kentut tidak mesti buka celana. maka kau bisa mengeluarkannya di mana saja. seperti halnya kentut di depan seorang gadis idaman. ini bukanlah perkara sopan tidak sopan. tapi ini lebih kepada perkara hajat setiap manusia, di mana hajat ini tentu juga dimiliki oleh seorang gadis rupawan. di mana gadis serupawan bidadari sekali pun pernah merasa ingin kentut di depan pangeran. jadi kenapa harus jaim?

Kentut 2;

kentut, lumrah berbau busuk. maka itu kentut adalah sebuah isyarat. bahwa kita hidup beranjak dari hal-hal busuk seperti bau kentut. namun acap kali kita tak sadar bahwa kebusukan secara konsisten hadir dalam tubuh, akal, perbuatan, juga dalam pergaulan. dan kebusukan yang serupa bau kentut itu sering diabaikan karena kita menganggap bahwa perkara tersebut adalah perkara sepele yang tak perlu dipikirkan. sungguh, kentut adalah isyarat, bahwa jika ia keluar dari bokong (maaf, saya tak suka menyebutnya pantat) seindah apapun, ia tetap menyimpan sesuatu yang busuk. maka dari itu, akhirnya kita mesti sadar bahwa sesempurna apapun gaya, sekaya apapun harta, seganteng apapun parasnya, sepintar apapun otaknya, sealim apapun tingkahnya, toh kita tetap menyimpan sesuatu yang busuk dalam diri pribadi kita. ya, sesuatu yang busuk itu boleh jadi kentut misalnya.

Kentut 3;

tak ada wujud lain dari pada kentut, selain wujud bau. ia tak bertubuh layaknya makhluk hidup. tapi sekali-kali ia bisa juga berwujud bau yang dibarengi dengan wujud bunyi. nah, kentut yang berbunyi adalah kentut yang mengakui keeksistensiannya pada lingkungan yang dikentutinya itu. ia tanpa malu-malu keluar dan berbunyi, dimana saat berbunyi ia seperti mengatakan pada anda, "hai, perkenalkan. akulah kentut yang dibicarakan itu. tapi aku serupa angin lalu yang meninggalkan bau."
berbeda halnya dengan kentut tanpa bunyi. kentut tak berbunyi biasanya meninggalkan bau busuk yang khas. dan orang-orang yang berada di sekitar prosesi kentut tak berbunyi itu akan kewalahan karenanya. kewalahan pertama, ya tentu saja gara-gara baunya itu. kewalahan kedua, adalah ketika orang-orang ingin menentukan siapa si pengentut terkutuk itu untuk dimaki-maki. mereka akan kewalahan menentukan si pengentut karena kentut itu tak berbunyi, dan gara-gara tak berbunyi, boleh jadi si pengentut sendiri yang menuduh orang lain sebagai pengentut.

Kentut 4;

kentut yang berkarakter adalah kentut yang dengan kehadirannya membuat suasana hening bening menjadi suasana riuh penuh sumpah serapah. sedang kentut terkutuk adalah kentut yang keluar saat akhir tasyahud.

Kentut 5;

terus terang, aku tidak sedang mengentutimu kali ini.

Bivak Emperom, June 2010

Popular posts from this blog

Satu Jam Bersama Ibu & Putri Ishak Daud Di Rumah Kak Na

Marlina atau akrab dipanggil Kak Na, istri Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dengan balutan gaun biru muda terlihat sumringah sore ini. Duduk berbaur bersama sejumlah ibu-ibu berusia lanjut di Aula rumah dinas di Jalan Syeich Muda Wali Banda Aceh, Rabu sore 31 Juli 2013, Kak Na menggelar acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan Nyak-nyak pedagang kaki lima. 
Di aula yang terletak di samping kanan rumah dinas itu, sejumlah penganan buka puasa mewah sudah tersedia di meja bulat yang kerap dipakai oleh pejabat teras pemerintah. Namun, hari ini, atas undangan Kak Na meja dengan hiasan bordiran khas Aceh ini dipakai oleh sekitar 50-an lebih pedagang kaki lima. 
Saat saya masuk ke ruangan ini, Kak Na duduk di meja paling depan dan akrab bergurau dengan seorang gadis kecil yang duduk di samping kanannya. Tepat di depannya seorang nenek duduk sambil sesekali tersenyum melihat Kak Na bersenda dengan gadis kecil tersebut. 
“Selain Nyak-nyak yang hadir sebagai tamu khusus, Kak Na punya tam…

'Mabok Halal' Ala Kopi Aceh

"Di Aceh tak ada minuman halal lain yang bikin pening alias mabok kecuali kopi. Yang haram tapi bikin mumang? Ada, dan saya tak bilang banyak. Kalau mau dicari Ie Jok Masam salah satunya."

Sopir Nyentrik dan Gosip Para Perempuan Tentang Profil Calon Gubernur Aceh Kedepan

Dalam angkutan umum Minibus L.300 jurusan Banda Aceh-Lhokseumawe. Penumpang penuh. Dua orang perempuan di samping sopir, tiga orang perempuan di jok belakang sopir, dua perempuan dan satu laki-laki di baris ketiga. Saya bersama satu penumpang laki-laki lainnya duduk di jok paling belakang.
Aku menumpangi mobil ini saat pulang ke Meureudu akhir Januari lalu. Ini mobil penumpang yang mangkal di terminal angkutan umum antar kota dalam provinsi di Batoh, Banda Aceh. Mobil yang kutumpangi adalah salah satu mobil yang tergabung dalam perusahaan jasa angkutan CV. Mandala. Setidaknya inilah yang tertulis dengan stiker putih di bagian atas kaca depannya.
Sang sopir adalah seorang pria setengah baya. Agak nyentrik untuk ukuran sopir L.300 yang sering kutemui ketika bolak balik Banda Aceh-Meureudu atau ketika aku bepergian ke daerah-daerah lain di Aceh. Minibus L.300 adalah satu-satunya jenis mobil penumpang alternatif yang menjangkau seluruh kabupaten kota di Aceh.
Si sopir yang kubilang nyentri…