Skip to main content

Jakarta, Sebelah Kiri Jalan

yang mengayuh
Pengantar:
yang menggaruk, merutuk. yang terpancang di sebalik gubuk. yang teriak tapi diam.
Ternyata, Jakarta tak serupawan yang dikabarkan iklan. Jakarta memang ibukota negara. Tapi bukan ibu bagi semua rakyatnya. Jakarta, ibukota;  ibu bagi mereka yang hartawan saja. Ibukota Jakarta. Namun, bukan ibu yang benar-benar mengibu. Bukan ibu yang pintar menyusu. Jakarta, ibukota yang pilih kasih. Ibu yang pintar memilih. Jakarta, ibu baik dan bajik bagi yang banyak uang. Tapi tak menganggap anak-anak jalanan, tak menggubris orang-orang kecil dan sinis bagi yang datang dari kampung terpencil. Jakarta ibukota negara, ibu bagi segenap kota-kota. Entah pernah mengandung kampung-kampung?
Jakarta kota yang berkeriput. Namun nafsu menyelimut. Malam-malam Jakarta adalah lampu jalanan dan tubuh-tubuh, sesiangan Jakarta tak lebih dari asap hitam dan aroma peluh. Tapi Jakarta tak seburuk neraka tentunya. 
Pun begitu, Jakarta serupa candu. Serupa manisan yang dikerumun semut dari waktu ke waktu. Semua seperti kecanduan Jakarta. Disihir dengan iming-iming, digilir dengan pelbagai ingin. Jakarta, membuat orang lupa tentang kampung halamannya. Jangan lama-lama di Jakarta!

yang mengais
pegangan

yang menguntit
yang menunggu

Popular posts from this blog

Satu Jam Bersama Ibu & Putri Ishak Daud Di Rumah Kak Na

Marlina atau akrab dipanggil Kak Na, istri Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dengan balutan gaun biru muda terlihat sumringah sore ini. Duduk berbaur bersama sejumlah ibu-ibu berusia lanjut di Aula rumah dinas di Jalan Syeich Muda Wali Banda Aceh, Rabu sore 31 Juli 2013, Kak Na menggelar acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan Nyak-nyak pedagang kaki lima. 
Di aula yang terletak di samping kanan rumah dinas itu, sejumlah penganan buka puasa mewah sudah tersedia di meja bulat yang kerap dipakai oleh pejabat teras pemerintah. Namun, hari ini, atas undangan Kak Na meja dengan hiasan bordiran khas Aceh ini dipakai oleh sekitar 50-an lebih pedagang kaki lima. 
Saat saya masuk ke ruangan ini, Kak Na duduk di meja paling depan dan akrab bergurau dengan seorang gadis kecil yang duduk di samping kanannya. Tepat di depannya seorang nenek duduk sambil sesekali tersenyum melihat Kak Na bersenda dengan gadis kecil tersebut. 
“Selain Nyak-nyak yang hadir sebagai tamu khusus, Kak Na punya tam…

'Mabok Halal' Ala Kopi Aceh

"Di Aceh tak ada minuman halal lain yang bikin pening alias mabok kecuali kopi. Yang haram tapi bikin mumang? Ada, dan saya tak bilang banyak. Kalau mau dicari Ie Jok Masam salah satunya."

Sopir Nyentrik dan Gosip Para Perempuan Tentang Profil Calon Gubernur Aceh Kedepan

Dalam angkutan umum Minibus L.300 jurusan Banda Aceh-Lhokseumawe. Penumpang penuh. Dua orang perempuan di samping sopir, tiga orang perempuan di jok belakang sopir, dua perempuan dan satu laki-laki di baris ketiga. Saya bersama satu penumpang laki-laki lainnya duduk di jok paling belakang.
Aku menumpangi mobil ini saat pulang ke Meureudu akhir Januari lalu. Ini mobil penumpang yang mangkal di terminal angkutan umum antar kota dalam provinsi di Batoh, Banda Aceh. Mobil yang kutumpangi adalah salah satu mobil yang tergabung dalam perusahaan jasa angkutan CV. Mandala. Setidaknya inilah yang tertulis dengan stiker putih di bagian atas kaca depannya.
Sang sopir adalah seorang pria setengah baya. Agak nyentrik untuk ukuran sopir L.300 yang sering kutemui ketika bolak balik Banda Aceh-Meureudu atau ketika aku bepergian ke daerah-daerah lain di Aceh. Minibus L.300 adalah satu-satunya jenis mobil penumpang alternatif yang menjangkau seluruh kabupaten kota di Aceh.
Si sopir yang kubilang nyentri…