Skip to main content

Meureudu; Sebentuk Egosentrisma Rasa


#1
pusaka yang kau dapat dari tanah. adalah kafan berbalut belulang. warisan yang kau dapat dari petuah. adalah ludah berbau amis nanah. maka adalah aku, anak sulungmu, menyibak tirai luka masa lalu. seperti menyulut bara di pucuk matahari senja. ada merah menyala.

rencong bersarung gading pertanda ksatria. adalah tempahan tukang tenung yang terusir dari kampung utara. meukeutob bersusun pualam lima rupa. adalah sulaman si gadis binal rumah pelacuran. maka adalah aku, anak bungsumu, merapal hikayat syamsuddin demi menunai dendam fitnah celaka. seperti mengusung keranda raja antara amukan perang durja. ada bengis mengutuk malam.

#2
begitulah. kisah oral rakyat celaka. sedang sang raja bertitah menunggu. si malem dagang dan japakeh tak jelas batang hidungnya. hingga di suatu pagi yang sepi, raja murka. sungguh rakyat celaka. tak ada yang menyambutku selain fitnah purapura. 

nun jauh di utara. lamatlamat takbir berbunyi. sayup langkah kuda diterka tukang jejak. tuanku paduka raja. kiranya ada deru angin gesa dari utara. 

nun jauh di tenggara. dentum tambo menggema. sayup angin dicium tukang musik istana. tuanku sri sultan diraja. kiranya bebunyian guruh memburu barat daya, maka mesti asal ianya di tenggara.
 
#3
duli tuanku sri paduka raja bijaksana. maafkan hamba telat bersua. ini tanah sungguh petaka. tak ada tanaman tumbuh seksama. maka boh birah sahaja yang hamba bawa. 

duhai orangorang celaka. tanah dan seisi negeri celaka. tak kau kira aku diraja diwana. tujuh matahari terbit tenggelam tak juga ku sua dengan siapa. tak kau kira aku diraja alam meukuta. 

#4
bulan tinggal sekepal. orangorang beranak pinak. nun jauh tahun beranjak. mereka bersua bermulut selebar muara. japakeh dan malem dagang dilafadh nama sedalam dahak di tenggorokan. sedang nisannya dikepung cacing tanah.

Teupin Pukat, April, 2009.

Popular posts from this blog

Satu Jam Bersama Ibu & Putri Ishak Daud Di Rumah Kak Na

Marlina atau akrab dipanggil Kak Na, istri Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dengan balutan gaun biru muda terlihat sumringah sore ini. Duduk berbaur bersama sejumlah ibu-ibu berusia lanjut di Aula rumah dinas di Jalan Syeich Muda Wali Banda Aceh, Rabu sore 31 Juli 2013, Kak Na menggelar acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan Nyak-nyak pedagang kaki lima. 
Di aula yang terletak di samping kanan rumah dinas itu, sejumlah penganan buka puasa mewah sudah tersedia di meja bulat yang kerap dipakai oleh pejabat teras pemerintah. Namun, hari ini, atas undangan Kak Na meja dengan hiasan bordiran khas Aceh ini dipakai oleh sekitar 50-an lebih pedagang kaki lima. 
Saat saya masuk ke ruangan ini, Kak Na duduk di meja paling depan dan akrab bergurau dengan seorang gadis kecil yang duduk di samping kanannya. Tepat di depannya seorang nenek duduk sambil sesekali tersenyum melihat Kak Na bersenda dengan gadis kecil tersebut. 
“Selain Nyak-nyak yang hadir sebagai tamu khusus, Kak Na punya tam…

'Mabok Halal' Ala Kopi Aceh

"Di Aceh tak ada minuman halal lain yang bikin pening alias mabok kecuali kopi. Yang haram tapi bikin mumang? Ada, dan saya tak bilang banyak. Kalau mau dicari Ie Jok Masam salah satunya."

Sopir Nyentrik dan Gosip Para Perempuan Tentang Profil Calon Gubernur Aceh Kedepan

Dalam angkutan umum Minibus L.300 jurusan Banda Aceh-Lhokseumawe. Penumpang penuh. Dua orang perempuan di samping sopir, tiga orang perempuan di jok belakang sopir, dua perempuan dan satu laki-laki di baris ketiga. Saya bersama satu penumpang laki-laki lainnya duduk di jok paling belakang.
Aku menumpangi mobil ini saat pulang ke Meureudu akhir Januari lalu. Ini mobil penumpang yang mangkal di terminal angkutan umum antar kota dalam provinsi di Batoh, Banda Aceh. Mobil yang kutumpangi adalah salah satu mobil yang tergabung dalam perusahaan jasa angkutan CV. Mandala. Setidaknya inilah yang tertulis dengan stiker putih di bagian atas kaca depannya.
Sang sopir adalah seorang pria setengah baya. Agak nyentrik untuk ukuran sopir L.300 yang sering kutemui ketika bolak balik Banda Aceh-Meureudu atau ketika aku bepergian ke daerah-daerah lain di Aceh. Minibus L.300 adalah satu-satunya jenis mobil penumpang alternatif yang menjangkau seluruh kabupaten kota di Aceh.
Si sopir yang kubilang nyentri…