Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2011

Munafik Waktu

Ada yang tersisa dari sebuah perjalanan. Aku menyisakanmu. Kau menyisakan gelak senyummu. Di taman kita saling mengenang. Segala langkah yang pernah terpijak. Segala jejak yang tertinggal. Dan kemudian pupus dalam lamun kabut malam. 
Senja ini tak ada yang dirundung murung, katamu. Selain si perempuan yang bermain biola itu. Alunan gesekan senarnya serupa alunan lagu yang menceritakan si durhaka Delilla.Yang memangkas rambut kekasihnya pada sebuah malam tak berkata.
Tapi di sini, kita tidak sedang pacaran, tukasku. Tapi dekapanmu berkata lain, jawabmu.

el amor falso

Cinta. Padanya, jiwa kita larut. Hati kita hanyut. Pelbagai macam rasa kerap hinggap, dan berkedut. Kadang rasa cemas yang membuncah, cemburu yang menghantu, atau juga rindu yang membiru. Rasa seperti ini menjadi hal rutin yang hadir. Hadir melingkup otak kiri kanan kita, mengatup sisi jantung yang berdegup, yang dengannya kita menjadi hilang akal untuk mencernanya. Serta merta pula kita mesti larut dengan apa yang menjadi rasa. Cinta adalah nyata, tapi kadang juga jadi tak benar-benar nyata. Cinta bukan barang ganjil. Genap adalah adanya, sebab cinta membutuhkan sepasang benda untuk bertaut. Sepasang. Berpasang, hingga kemudian ketika cinta tersemat lekat, kita menyebut sepasang itu sebagai pasangan. Pasangan, yang keduanya saling cinta mencintai. 

Solilokui Pejabat Bangku Panjang

:Tuan Kuasa, Yang Baru Bertahta Tuan, langsung saja; tanpa mukaddimah, bermula bismillah. 
Kuasakan pada saya sedikit pangkat. Engkau tahu saya cukup berkiprah dalam pemilu lalu, dekat dengan siapa saja; baik si ini apalagi si anu. Hingga massa banyak yang memilihmu dalam pemilu. Tuan, pendekatan yang dulu-dulu itu saya lakukan demi memenangkan Tuan tentunya. Walau banyak rintangan dalam melakukannya, namun tetap saja saya lakukan itu pendekatan hingga kadang-kadang mesti dengan lidah menjulur sambil berpura-pura meneteskan air liur. Tapi begitulah, semua yang pernah saya kerjakan, mungkin adalah sebuah ikhtiar demi mencapai apa yang saya cita-citakan. Apa yang Tuan inginkan.

Technorati Claim in Progress

Hmmm... September untuk Banda Aceh tahun ini mungkin adalah bulan angin-anginan. Bulan yang penuh dengan angin sibuk dan hujan yang mengutuk. Seperti dua hari ini. Hujan dan angin kencang seperti mengepung Banda Aceh dan sekitarnya. Orang-orang yang sedikit alergi untuk berbasah-basah menjadi malas keluar rumah. Dan buatku yang sedari pagi tak keluar rumah sebab hujan dan angin kencang, mungkin termasuk juga dalam kelompok orang-orang yang alergi ini.

Alexi Lalas; Jenggot, Bin Laden, dan Sepakbola Indonesia

Mungkin, Alexi Lalas adalah seorang yang pertama mengubah persepsi anak muda Amerika tentang olahraga sepakbola. Berawal diselenggarakannya perhelatan Piala Dunia tahun 1994 di negerinya, nama Alexi Lalas mencuat sebagai salah satu tulang punggung timnas Amerika yang ketika itu masuk dalam grup A bersama 3 tim lain, yaitu Rumania, Swiss, dan Kolombia.

Ganja