Skip to main content

Ganja

Pada mula ganja. Dengan ganja, ada dunia, ada rumah. Ada hutan, ada sawah. Ada raja, dewi ratu, pangeran, dan tuan qadhi. Awalan ganja, akhiran serba ada atau mungkin juga petaka. 

Asap sumringah, bunga cabai merekah. Segala suntuk, mabuk. Yang mabuk tak lagi kantuk. Paling hanya batuk. Hanya batuk; sesekali diselingi pikiran rawan, dari kerja otak yang rada-rada sawan.

Mulanya ganja. Kemudian asap tanpa rupa. Lantas binasa. Semua yang ada, memuai tak bisa pakai. Yang hadir, gigil upil. Yang hidup, carut maut. Yang sadar, batuk mabuk.

Lalu, nun tujuh purnama lewat, ganja jatuh terjerat.

Kata dewi ratu: “Bersebab ganja, pangeran tak kenal tuan. Mahkota hilang diciduk perawan. Perempuan dan ganja sejoli menawan. Memabuk hanyut, membuai kalut. Seamsal sembunyi racun dalam hidangan. Keduanya adalah tuak dalam kepung dingin hutan. Maka bermula ganja, berpadan asmara, berkumpul rasa, mengabur logika.”

“Tak ada yang salah dengan ganja”, sanggah sang tabib. Lanjutnya, “Pangeran dirundung siasat nafsu khianat. Adalah dewi ratu dan paduka raja yang terlalu memanja. Maka tak benar dewi ratu mengutuk celaka. Maka adalah benar jikalau hamba mengukur halal haramnya.”

Pada mula ganja, ranup lampuan hilang marwah!

Emperom, March 2011.

Popular posts from this blog

Satu Jam Bersama Ibu & Putri Ishak Daud Di Rumah Kak Na

Marlina atau akrab dipanggil Kak Na, istri Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dengan balutan gaun biru muda terlihat sumringah sore ini. Duduk berbaur bersama sejumlah ibu-ibu berusia lanjut di Aula rumah dinas di Jalan Syeich Muda Wali Banda Aceh, Rabu sore 31 Juli 2013, Kak Na menggelar acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan Nyak-nyak pedagang kaki lima. 
Di aula yang terletak di samping kanan rumah dinas itu, sejumlah penganan buka puasa mewah sudah tersedia di meja bulat yang kerap dipakai oleh pejabat teras pemerintah. Namun, hari ini, atas undangan Kak Na meja dengan hiasan bordiran khas Aceh ini dipakai oleh sekitar 50-an lebih pedagang kaki lima. 
Saat saya masuk ke ruangan ini, Kak Na duduk di meja paling depan dan akrab bergurau dengan seorang gadis kecil yang duduk di samping kanannya. Tepat di depannya seorang nenek duduk sambil sesekali tersenyum melihat Kak Na bersenda dengan gadis kecil tersebut. 
“Selain Nyak-nyak yang hadir sebagai tamu khusus, Kak Na punya tam…

'Mabok Halal' Ala Kopi Aceh

"Di Aceh tak ada minuman halal lain yang bikin pening alias mabok kecuali kopi. Yang haram tapi bikin mumang? Ada, dan saya tak bilang banyak. Kalau mau dicari Ie Jok Masam salah satunya."

Sopir Nyentrik dan Gosip Para Perempuan Tentang Profil Calon Gubernur Aceh Kedepan

Dalam angkutan umum Minibus L.300 jurusan Banda Aceh-Lhokseumawe. Penumpang penuh. Dua orang perempuan di samping sopir, tiga orang perempuan di jok belakang sopir, dua perempuan dan satu laki-laki di baris ketiga. Saya bersama satu penumpang laki-laki lainnya duduk di jok paling belakang.
Aku menumpangi mobil ini saat pulang ke Meureudu akhir Januari lalu. Ini mobil penumpang yang mangkal di terminal angkutan umum antar kota dalam provinsi di Batoh, Banda Aceh. Mobil yang kutumpangi adalah salah satu mobil yang tergabung dalam perusahaan jasa angkutan CV. Mandala. Setidaknya inilah yang tertulis dengan stiker putih di bagian atas kaca depannya.
Sang sopir adalah seorang pria setengah baya. Agak nyentrik untuk ukuran sopir L.300 yang sering kutemui ketika bolak balik Banda Aceh-Meureudu atau ketika aku bepergian ke daerah-daerah lain di Aceh. Minibus L.300 adalah satu-satunya jenis mobil penumpang alternatif yang menjangkau seluruh kabupaten kota di Aceh.
Si sopir yang kubilang nyentri…