Skip to main content

Ketika Obama & Chavez Berciuman

Pertama sekali membuka mozilla dengan maksud ingin browsing, berita yahoo adalah laman yang telah terdefault di mozilla saya. Ketika loading wifi-an usai, berita teratas yang muncul di dalamnya adalah berita foto tentang iklan kontroversial Benetton (sesuai dengan judulnya). Inilah yang membuat saya ingin menulis sesuatu tentang kedua orang besar ini sesuai dengan isi pikiran saya saja. Jadinya, ya seperti yang sedang kalian baca, ini tulisan saya kasih judul 'Ketika Obama & Chavez Berciuman'. 
Team kreatif Benetton sangat 'gila' dalam hal ini. Memadukan dua gambar tokoh-tokoh berpengaruh yang saling 'bermusuhan' di dunia dalam satu bidang gambar hingga menghasilkan tampilan seperti terlihat di atas adalah suatu idea yang sangat segar untuk dinikmati oleh orang-orang yang punya 'pikiran' di seluruh dunia. Gubahan gambar sehingga menghasilkan orang yang berciuman dengan mesra ini mengandung pelbagai tafsiran bagi siapa saja yang sempat melihatnya. Dan di sini, saya ingin menafsirkannya begini. Tapi sebelumnya, kepada team kreatif Benetton, ucapan salut dan terima kasih adalah hal yang pantas untuk diberikan walaupun hanya dengan simbol 'two thumbs up for this one!'. Hahahaha... Dua negarawan yang sepanjang sejarah saling bertikai ini berciuman dengan mesra. Seperti sepasang gay yang sedang memadu hasratnya saja. Sungguh, ini gambar punya daya tarik, mengingat negara yang mereka pimpin sudah lama terlibat dalam persengketaan kepentingan sedari dulu.

Latar belakang persengketaan kedua negara inilah yang membuat gambar ini punya seribu satu cerita lain yang dapat diulas darinya. Obama mewakili negara Amerika, sedang Chavez adalah simbol dari salah satu negara yang sangat anti Amerika. Venezuela. Ya, Venezuela nama negaranya. Maka bayangkan jika kedua pemimpin negaranya berciuman. Apa kata dunia? Entahlah apa yang dunia kata. Tapi saya punya komentar, bahwa ciuman Obama dan Chavez ini tak bisa ditafsirkan dari sisi kehendak seksual keduanya. Tak bisa juga ditafsirkan dengan tafsiran keakraban dua orang teman yang berjumpa setelah puluhan tahun saling tak tegur sapa. Ciuman keduanya ini lebih berbicara kepada suatu pengharapan untuk berakhirnya sengketa yang ada. Pengharapan agar damai ada, dan tak ada lagi saling tuding menuding, saling mengejar kepentingannya masing-masing yang berimbas pada peperangan misalnya. Seumur-umur dunia, perang memang selalu ada. Tak akan pernah usai untuk bisa dikatakan selesai. Ini seperti sudah menjadi hukum kodrati dari apa yang disebut hidup di dunia. Mempertaruhkan kepentingan-kepentingan hingga memicu pertikaian antara satu orang dengan orang lain, suku dengan suku lain, bangsa dengan bangsa lain, negara dengan negara lain adalah warna hidup yang selalu ada dan seperti tak pernah usai untuk tiada. Bahkan, celakanya lagi dalam pertaruhan kepentingan ini kadang berimbas kepada orang-orang yang berada di luar jalur. Memakan korban orang-orang yang tidak mengerti sama sekali tentang pertikaian yang ada. 

Memang, antara Amerika dan Venezuela dalam konteks sekarang ini tidak terlibat dalam sebuah perang yang berkecamuk. Tidak ada benturan fisik antara tentara-tentara kedua negara. Senjata dan peluru-peluru masih tersimpan di arsenal dengan rapi. Tak ada perang fisik yang terjadi. Cuma yang ada perang mulut. Hingga busa yang keluar dari kedua mulut sering tumpah di media-media. Muncrat kemana saja. Hingga kadang-kadang sesuatu yang bersumber dari busa mulut kedua tokoh negara ini muncrat ke muka kita ketika menonton televisi. Sungguh ini kejadian aneh tentunya. Kejadian yang sebenarnya terlalu remeh temeh untuk ditanggapi tapi tetap berefek negatif pada suatu hari.

Dari sini, saya menanggapi gambar yang digubah Benetton ini dengan antusias. Menanggapi dari sisi subjektivitas pikiran saya sendiri. Dan kata unhate adalah kata yang sangat cocok dijadikan keyword di sini. Dan, semoga saja bentuk 'ciuman' ini benar-benar terjadi. Semoga saja.

Salam!

image source: http://id.berita.yahoo.com/foto/iklan-kontroversial-benetton-1321502068-slideshow/

Popular posts from this blog

Satu Jam Bersama Ibu & Putri Ishak Daud Di Rumah Kak Na

Marlina atau akrab dipanggil Kak Na, istri Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dengan balutan gaun biru muda terlihat sumringah sore ini. Duduk berbaur bersama sejumlah ibu-ibu berusia lanjut di Aula rumah dinas di Jalan Syeich Muda Wali Banda Aceh, Rabu sore 31 Juli 2013, Kak Na menggelar acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan Nyak-nyak pedagang kaki lima. 
Di aula yang terletak di samping kanan rumah dinas itu, sejumlah penganan buka puasa mewah sudah tersedia di meja bulat yang kerap dipakai oleh pejabat teras pemerintah. Namun, hari ini, atas undangan Kak Na meja dengan hiasan bordiran khas Aceh ini dipakai oleh sekitar 50-an lebih pedagang kaki lima. 
Saat saya masuk ke ruangan ini, Kak Na duduk di meja paling depan dan akrab bergurau dengan seorang gadis kecil yang duduk di samping kanannya. Tepat di depannya seorang nenek duduk sambil sesekali tersenyum melihat Kak Na bersenda dengan gadis kecil tersebut. 
“Selain Nyak-nyak yang hadir sebagai tamu khusus, Kak Na punya tam…

'Mabok Halal' Ala Kopi Aceh

"Di Aceh tak ada minuman halal lain yang bikin pening alias mabok kecuali kopi. Yang haram tapi bikin mumang? Ada, dan saya tak bilang banyak. Kalau mau dicari Ie Jok Masam salah satunya."

Sopir Nyentrik dan Gosip Para Perempuan Tentang Profil Calon Gubernur Aceh Kedepan

Dalam angkutan umum Minibus L.300 jurusan Banda Aceh-Lhokseumawe. Penumpang penuh. Dua orang perempuan di samping sopir, tiga orang perempuan di jok belakang sopir, dua perempuan dan satu laki-laki di baris ketiga. Saya bersama satu penumpang laki-laki lainnya duduk di jok paling belakang.
Aku menumpangi mobil ini saat pulang ke Meureudu akhir Januari lalu. Ini mobil penumpang yang mangkal di terminal angkutan umum antar kota dalam provinsi di Batoh, Banda Aceh. Mobil yang kutumpangi adalah salah satu mobil yang tergabung dalam perusahaan jasa angkutan CV. Mandala. Setidaknya inilah yang tertulis dengan stiker putih di bagian atas kaca depannya.
Sang sopir adalah seorang pria setengah baya. Agak nyentrik untuk ukuran sopir L.300 yang sering kutemui ketika bolak balik Banda Aceh-Meureudu atau ketika aku bepergian ke daerah-daerah lain di Aceh. Minibus L.300 adalah satu-satunya jenis mobil penumpang alternatif yang menjangkau seluruh kabupaten kota di Aceh.
Si sopir yang kubilang nyentri…