Skip to main content

River Cruise Melaka

Suatu sore ketika berkesempatan berkunjung ke Melaka, Malaysia. Sendirian saja saya jalan-jalan di seputar kotanya. Melaka, kota yang berjarak dua jam perjalanan darat dari ibukota Malaysia; beberapa tahun lewat masuk dalam daftar UNESCO sebagai kota warisan sejarah dunia. Melaka, kota yang dibelah oleh sungai berair keruh punya warna. Namun usaha pemerintah setempat dalam menarik wisatawan dalam dan luar negeri telah membuat sungai ini menjadi hidup dengan aneka rupa bangunan di pinggirnya. Pada kesempatan yang baik ini, saya menyempatkan diri berjalan di sepanjang pinggiran sungainya. Mendokumentasikan tempat dan suasana dengan kamera seadanya. Terus terang, saya masih amatiran dalam bidang fotografi, tapi tata kota yang rapi menjadi daya tarik didokumentasi. Hasilnya, kalian boleh lihat sendiri beberapa gambar berikut ini:

rollercoaster di kelokan sungainya
river board1
river board 2-3

tapak benteng peninggalan Portugis
hmmmm ...
casa del rey hotel dari seberang
replika kincir air jadoel
boat wisata
Hmmm... foto-foto di atas hanya sekilasan suasana saja. Hanya dari beberapa sudut pandang saja. Tapi setidaknya dari sini kita melihat kalau usaha pemerintah Melaka dalam memake-up tempat cukup bisa menarik hati pengunjung dari berbagai negara. Salam!

Popular posts from this blog

Satu Jam Bersama Ibu & Putri Ishak Daud Di Rumah Kak Na

Marlina atau akrab dipanggil Kak Na, istri Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dengan balutan gaun biru muda terlihat sumringah sore ini. Duduk berbaur bersama sejumlah ibu-ibu berusia lanjut di Aula rumah dinas di Jalan Syeich Muda Wali Banda Aceh, Rabu sore 31 Juli 2013, Kak Na menggelar acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan Nyak-nyak pedagang kaki lima. 
Di aula yang terletak di samping kanan rumah dinas itu, sejumlah penganan buka puasa mewah sudah tersedia di meja bulat yang kerap dipakai oleh pejabat teras pemerintah. Namun, hari ini, atas undangan Kak Na meja dengan hiasan bordiran khas Aceh ini dipakai oleh sekitar 50-an lebih pedagang kaki lima. 
Saat saya masuk ke ruangan ini, Kak Na duduk di meja paling depan dan akrab bergurau dengan seorang gadis kecil yang duduk di samping kanannya. Tepat di depannya seorang nenek duduk sambil sesekali tersenyum melihat Kak Na bersenda dengan gadis kecil tersebut. 
“Selain Nyak-nyak yang hadir sebagai tamu khusus, Kak Na punya tam…

'Mabok Halal' Ala Kopi Aceh

"Di Aceh tak ada minuman halal lain yang bikin pening alias mabok kecuali kopi. Yang haram tapi bikin mumang? Ada, dan saya tak bilang banyak. Kalau mau dicari Ie Jok Masam salah satunya."

Sopir Nyentrik dan Gosip Para Perempuan Tentang Profil Calon Gubernur Aceh Kedepan

Dalam angkutan umum Minibus L.300 jurusan Banda Aceh-Lhokseumawe. Penumpang penuh. Dua orang perempuan di samping sopir, tiga orang perempuan di jok belakang sopir, dua perempuan dan satu laki-laki di baris ketiga. Saya bersama satu penumpang laki-laki lainnya duduk di jok paling belakang.
Aku menumpangi mobil ini saat pulang ke Meureudu akhir Januari lalu. Ini mobil penumpang yang mangkal di terminal angkutan umum antar kota dalam provinsi di Batoh, Banda Aceh. Mobil yang kutumpangi adalah salah satu mobil yang tergabung dalam perusahaan jasa angkutan CV. Mandala. Setidaknya inilah yang tertulis dengan stiker putih di bagian atas kaca depannya.
Sang sopir adalah seorang pria setengah baya. Agak nyentrik untuk ukuran sopir L.300 yang sering kutemui ketika bolak balik Banda Aceh-Meureudu atau ketika aku bepergian ke daerah-daerah lain di Aceh. Minibus L.300 adalah satu-satunya jenis mobil penumpang alternatif yang menjangkau seluruh kabupaten kota di Aceh.
Si sopir yang kubilang nyentri…