Skip to main content

Tsunami; Mengenang Kembali

mungkin ratap. tapi ratap kami dipenuh dengan ratib-ratib.
Jika kau suruh kami untuk mengenang kembali, tentang pagi minggu yang penuh maut itu. Mohon mengerti. Kami sudah tak tahu mengenang apa lagi. Kami sudah tak tahu bagaimana melupa atau membuang pikiran tentang orang-orang yang mati menggenang atau hanya dengan sekali alir air, orang-orang menghilang. Kami sudah tak tahu bagaimana mengenang dengan baik dan benar, sesuai akal waras dan sehat logika. Jangan katakan kami sedang dilanda traumatis akut pula. Sebab, jauh hari sebelumnya, kami sudah banyak belajar bagaimana menghibur diri ketika menderita kehilangan. Kami sudah tahu bagaimana membendung perasaan ketika suami kami tertembak peluru nyasar, anak kami yang tak pulang-pulang, entah kesasar, hingga jika kau sebut pagi minggu penuh maut itu adalah muasal penyakit trauma. Dengan tegas kami menolak. Kami tak pernah trauma dengan kematian. Kami tidak trauma dengan kematian dalam bentuk apa pun. Kau tahu bagaimana bisa? Jawabannya: kami masih punya keyakinan atau iman dalam dada. 
Mesjid Ule Lheue
setegak menara ini. kami masih tegak berdiri walau dibalut puing-puing

sesat kapal sebab amuk air, Punge


pun begini, kami tahu bahwa kami tak benar-benar sedang sendiri
rex peunayong depan hotel medan
bukankah kau mengerti, sebab apa kami masih setegak ini berdiri?

Image source: berbagai sumber.

Popular posts from this blog

Satu Jam Bersama Ibu & Putri Ishak Daud Di Rumah Kak Na

Marlina atau akrab dipanggil Kak Na, istri Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dengan balutan gaun biru muda terlihat sumringah sore ini. Duduk berbaur bersama sejumlah ibu-ibu berusia lanjut di Aula rumah dinas di Jalan Syeich Muda Wali Banda Aceh, Rabu sore 31 Juli 2013, Kak Na menggelar acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan Nyak-nyak pedagang kaki lima. 
Di aula yang terletak di samping kanan rumah dinas itu, sejumlah penganan buka puasa mewah sudah tersedia di meja bulat yang kerap dipakai oleh pejabat teras pemerintah. Namun, hari ini, atas undangan Kak Na meja dengan hiasan bordiran khas Aceh ini dipakai oleh sekitar 50-an lebih pedagang kaki lima. 
Saat saya masuk ke ruangan ini, Kak Na duduk di meja paling depan dan akrab bergurau dengan seorang gadis kecil yang duduk di samping kanannya. Tepat di depannya seorang nenek duduk sambil sesekali tersenyum melihat Kak Na bersenda dengan gadis kecil tersebut. 
“Selain Nyak-nyak yang hadir sebagai tamu khusus, Kak Na punya tam…

'Mabok Halal' Ala Kopi Aceh

"Di Aceh tak ada minuman halal lain yang bikin pening alias mabok kecuali kopi. Yang haram tapi bikin mumang? Ada, dan saya tak bilang banyak. Kalau mau dicari Ie Jok Masam salah satunya."

Sopir Nyentrik dan Gosip Para Perempuan Tentang Profil Calon Gubernur Aceh Kedepan

Dalam angkutan umum Minibus L.300 jurusan Banda Aceh-Lhokseumawe. Penumpang penuh. Dua orang perempuan di samping sopir, tiga orang perempuan di jok belakang sopir, dua perempuan dan satu laki-laki di baris ketiga. Saya bersama satu penumpang laki-laki lainnya duduk di jok paling belakang.
Aku menumpangi mobil ini saat pulang ke Meureudu akhir Januari lalu. Ini mobil penumpang yang mangkal di terminal angkutan umum antar kota dalam provinsi di Batoh, Banda Aceh. Mobil yang kutumpangi adalah salah satu mobil yang tergabung dalam perusahaan jasa angkutan CV. Mandala. Setidaknya inilah yang tertulis dengan stiker putih di bagian atas kaca depannya.
Sang sopir adalah seorang pria setengah baya. Agak nyentrik untuk ukuran sopir L.300 yang sering kutemui ketika bolak balik Banda Aceh-Meureudu atau ketika aku bepergian ke daerah-daerah lain di Aceh. Minibus L.300 adalah satu-satunya jenis mobil penumpang alternatif yang menjangkau seluruh kabupaten kota di Aceh.
Si sopir yang kubilang nyentri…