Skip to main content

Keluarga Bahagia

di kursi-kursi kedai kopi lama kita tertidur
bermimpi dan mendengkur
entah apa lagi yang bisa kita ucapkan,
ketika orang-orang tua kita hilang harga diri
kita hanya bisa menatapnya curiga
sambil sesekali mencibirnya dengan
bibir monyong setelah benci hinggap
di kepala kita dengan sekonyong-konyong.

inikah kita? atau, ya, beginilah hidup kita
kehilangan orang tua oleh sebab mereka sibuk
di kantor-kantor pemerintah dan kantoran swasta
sementara kita menyibukkan diri di kedai-kedai kopi
sebab kita sudah kadung yatim ketika berada di rumah
dan kita temukan orang tua baru di dunia maya
facebook adalah umpama orang tua
tempat kita meratap sekaligus curhat
dan dengannya, sebagai orang tua baru yang
mau mendengar segala keluh kesah
sesekali kita adu untung dengan  
game-game yang dihadiahinya, poker misalnya


pernah suatu kali, ketika pulang ke rumah
kita dapati orang tua bertengkar tentang
kreditan AC yang menunggak
buru-buru kita putar haluan kembali ke kedai kopi
buru-buru kita keluar
tanpa ganti baju,
tak sempat lepas sepatu.

o, orang-orang tua gila kerja
o, orang-orang tua yang selalu ingin
melihat anak-anaknya bahagiasemoga Tuhan
melindungi langkah kalian
walau kami tahu tentang arah pikiran kalian
tentang kelokan jalan akal hati kalian
kami cukup tahu sebab kami adalah anak-anakmu

pernah pula di hari lebaran puasa
tahun lewat atau beberapa tahun lalu
kita sekeluarga saling menghilangkan rasa curiga
amsal membuang hati yang menggerutu
atau membunuh habis sifat cemburu
salam takzim, salam tempel dan beberapa
jenis salam-salaman lainnya
sangat terasa kita hidup dalam sebuah
keluarga yang keterlaluan bahagia

o, orang-orang tua tempat kami berbagi bahagia
o, orang tua-tua tempat kami meminta cerita
bersebab nafkah bahagia dicuri waktu kiranya
waktu sibuk,waktu mabuk, dan waktu-waktu suntuk lainnya
sementara ibu hilang ditelan jadwal arisan dan urusan PKK
o, orang-orang tua. o, orang tua-tua
suatu kali kami merasa bukan yatim piatu lagi
kami merasa sebagai anak jadah saja

Bivak Emperom, Feb. 2012

Popular posts from this blog

Satu Jam Bersama Ibu & Putri Ishak Daud Di Rumah Kak Na

Marlina atau akrab dipanggil Kak Na, istri Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dengan balutan gaun biru muda terlihat sumringah sore ini. Duduk berbaur bersama sejumlah ibu-ibu berusia lanjut di Aula rumah dinas di Jalan Syeich Muda Wali Banda Aceh, Rabu sore 31 Juli 2013, Kak Na menggelar acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan Nyak-nyak pedagang kaki lima. 
Di aula yang terletak di samping kanan rumah dinas itu, sejumlah penganan buka puasa mewah sudah tersedia di meja bulat yang kerap dipakai oleh pejabat teras pemerintah. Namun, hari ini, atas undangan Kak Na meja dengan hiasan bordiran khas Aceh ini dipakai oleh sekitar 50-an lebih pedagang kaki lima. 
Saat saya masuk ke ruangan ini, Kak Na duduk di meja paling depan dan akrab bergurau dengan seorang gadis kecil yang duduk di samping kanannya. Tepat di depannya seorang nenek duduk sambil sesekali tersenyum melihat Kak Na bersenda dengan gadis kecil tersebut. 
“Selain Nyak-nyak yang hadir sebagai tamu khusus, Kak Na punya tam…

'Mabok Halal' Ala Kopi Aceh

"Di Aceh tak ada minuman halal lain yang bikin pening alias mabok kecuali kopi. Yang haram tapi bikin mumang? Ada, dan saya tak bilang banyak. Kalau mau dicari Ie Jok Masam salah satunya."

Sopir Nyentrik dan Gosip Para Perempuan Tentang Profil Calon Gubernur Aceh Kedepan

Dalam angkutan umum Minibus L.300 jurusan Banda Aceh-Lhokseumawe. Penumpang penuh. Dua orang perempuan di samping sopir, tiga orang perempuan di jok belakang sopir, dua perempuan dan satu laki-laki di baris ketiga. Saya bersama satu penumpang laki-laki lainnya duduk di jok paling belakang.
Aku menumpangi mobil ini saat pulang ke Meureudu akhir Januari lalu. Ini mobil penumpang yang mangkal di terminal angkutan umum antar kota dalam provinsi di Batoh, Banda Aceh. Mobil yang kutumpangi adalah salah satu mobil yang tergabung dalam perusahaan jasa angkutan CV. Mandala. Setidaknya inilah yang tertulis dengan stiker putih di bagian atas kaca depannya.
Sang sopir adalah seorang pria setengah baya. Agak nyentrik untuk ukuran sopir L.300 yang sering kutemui ketika bolak balik Banda Aceh-Meureudu atau ketika aku bepergian ke daerah-daerah lain di Aceh. Minibus L.300 adalah satu-satunya jenis mobil penumpang alternatif yang menjangkau seluruh kabupaten kota di Aceh.
Si sopir yang kubilang nyentri…