Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2012

Senja Di Bundaran HI

Pernah berjalan kaki di seputaran HI, ibukota negara: Jakarta. Setahun lewat di sana, menghabiskan waktu dalam masa seminggu. Sekitar bulan Mei 2011. Jalan kaki sendiri tanpa teman adalah waktu baik untuk menikmati keadaan. Apalagi jika ada kamera tertenteng di tangan. Kau bisa menangkap keadaan dalam banyak jepretan. Seperti gambar-gambar di bawah ini misalnya:

Bicara Sejarah Di Kursi Warungkopi

Sering kita berjalan mundur ke belakang. Itu terjadi ketika kita mengingat-ingat masa lalu. Seperti ketika duduk bermenung sekadar memikirkan tentang yang tersisa dari sebuah perjalanan. Tentang yang belum usai dari suatu pekerjaan. Kita senantiasa merasa bahwa ada saja yang belum selesai dari sebuah tindakan. Kepuasan bagi kita hadir ketika ingatan sibuk dengan apa-apa yang menjadikannya disebut sebagai mengenang banyak kenangan. Dan kita mulai mencari-cari itu kenangan, atau bahkan mengais-ngais kembali apa yang patut dikenang, dan apa yang perlu diulangkerjakan. Menjadi orang yang berjalan mundur ke belakang adalah kesukaan bagi kita semua.

Buku Antologi Puisi: Vice Versa; Bukan Hikayat Yusuf & Zulaikha

Bersama dengan seorang partner, saya baru saja menyelesaikan penulisan sebuah buku. Buku antologi puisi. Judulnya: Vice Versa; Bukan Hikayat Yusuf & Zulaikha. Buku ini bertema cinta. Memuat puisi-puisi yang membicarakan rindu, kasih sayang, cemburu dan unsur-unsur lain yang banyak tersemat dalam perasaan para pencinta. Mungkin kedengaran picisan. Tapi saya berani katakan ini buku jauh dari bau picisan. Kenapa saya berani katakan begini. Tak lain karena buku ini ditulis oleh dua orang yang berbeda latar hidup, berbeda suku, pendidikan, dan berbeda pula cara pandang masing-masing terhadap apa yang disebut cinta. Bisa dibayangkan, saya yang berdomisili di Banda Aceh, yang lahir dan besar di Aceh bertemu dengan seorang partner yang berasal dari Makassar -lahir dan besar di Makassar pula- bersama-sama menulis puisi dengan tema yang sama tapi dengan cara pandang, gaya ungkap, dan latar berbahasa yang berbeda. Inilah yang meyakinkan diri saya sendiri, bahwa buku ini jauh dari kesan pici…

Belajar Menulis Puisi

Baiklah. Malam ini kita tulis lagi puisi. Sebelum datang pagi, sebelum subuh pergi. Kali ini puisi tentang mimpi kita tulis. Mimpi apa saja. Mimpi jadi presiden, mimpi ketiban durian, mimpi dikejar ular-diterkam ayam, atau mimpi basah boleh juga. Yang penting puisi kita bertema mimpi. Maka, mari mulai.
Di bait pertama kita tulis pengantar memakai kalimat sederhana saja. Tak usah terlalu banyak bermetafora. Kalimatnya boleh seperti ini, coba dibaca:
Jika malam dirundung suntuk. Berkemaslah. Rapikan ranjang serupa melerai sprei yang telah kusut. Juga selimut. Nanti akan tiba waktunya kantuk datang. Sementara kau sudah siap menggelinjang. Atau jika kantuk dan suntuk bercampur aduk saling tak mau surut, kuasakan nafasmu pada do’a-do’a. Agar malaikat datang membuat mata lena. Maka lelaplah dua mata.

Iniesta & De Rossi: Rupanya Diam-diam?

Masih ingat laga Piala Eropa Grup C, beberapa hari lalu? Laga Italy vs Spain maksud saya. Laga yang berakhir imbang 1-1 ini ternyata menyisakan sedikit cerita asmara. Entah benar adanya. Tapi sepertinya iya. Adalah Iniesta, salah satu tukang gedor pertahanan lawan dari Spanyol dengan De Rossi, yang malam itu ditugaskan di benteng pertahanan Italy tertangkap kamera dalam beberapa adegan yang cukup mesra. Merujuk potret beberapa adegan ini, saya sempat berpikir, persoalan cinta memang tak bisa diterka. Namun entah benar ada yang jatuh cinta? Siapa peduli untuk menganalisa? Ah, barangkali ini cinlok saja.


image source: http://12paz.blogspot.com/ 

Perbenturan Pemikiran Antara Sarjana Islam Barat Dengan Sarjana Islam Timur

Munculnya diskusi hangat tentang para sarjana Islam yang belajar ke Barat, berjalan seiring dengan perkembangan pemikiran Islam akhir-akhir ini. Khusus dalam konteks keacehan, bahkan isu ini sering terdengar di ruang-ruang public ketika sedang membicarakan perkembangan pemikiran Islam yang dimaksud. Dalam spesifikasi yang lebih khusus, diskusi mengenai para sarjana Islam yang belajar di Barat dalam tatanan masyarakat Islam Indonesia mencuat (bukan pertama sekali muncul) bersamaan dengan munculnya gagasan-gagasan sekulerisme dan liberalisme yang dikembangkan oleh tokoh-tokoh seperti Ulil Abshar Abdalla dan Luthfie Assyaukanie.[1] Dua gagasan ini merupakan gagasan yang disatu pihak terus berkembang di Indonesia, dan di pihak lain juga ditolak oleh umat Islam Indonesia pada umumnya. Ini saya ungkapkan beranjak oleh maraknya saling silang isu (baca: idea) yang dikeluarkan oleh tokoh-tokoh; baik yang setuju dengan pengembangan gagasan sekularisme dan liberalism dalam Islam maupun yang menol…

(Hitler) Jerman Yang Dijagokan Sang Teman

Saya ingat seorang teman. Orangnya pendiam. Tak banyak cing-cong dalam bergaul. Pokoknya, kata lurus adalah kata yang cocok disematkan pada jidatnya yang lebar, mengingat gerak laku kesehariannya itu. Teman saya ini suka nonton bola, sebagaimana halnya teman-teman yang lain. Suatu kali saya sempat nonton barengnya di sebuah warung kopi. Ketika itu laga yang disiarkan di tv adalah laga final Liga Champion: Real Madrid vs Bayern Leverkusen. Ini tahun 2002 kalau tidak salah saya.

Sebelum bola kickoff, saya tanya si teman, "kau megang apa?"
Dia jawab dengan tegas, "saya megang Leverkusen."
"Kok Leverkusen? Orang pada megang Madrid, ente malah beda?"
"Iya, saya megang klub asal Jerman. Sebab tak ada satupun negara di dunia ini yang berani membantai Yahudi selain Jerman. Makanya saya selalu megang Jerman ketika nonton bola."
"Hahahahaha... Bau-bau politis juga nih." Kata saya.
Dia tak menjawab lagi. Hanya nyengir saja.

Perkembangan Pemikiran Islam Di Indonesia

PROBLEMA PERBENTURAN PEMIKIRAN ISLAM ANTARA SARJANA ISLAM BARAT DENGAN SARJANA ISLAM TIMUR DI INDONESIA
 Latar Belakang Seperti yang telah dijelaskan oleh Dosen Pengasuh Mata Kuliah Perkembangan Pemikiran Islam Indonesia pada beberapa pertemuan kuliah semester 1 Program Pascasarjana IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, tahun ajaran 2011/2012, Bapak Prof. DR. Farid Wajid, MA. Dimana beliau mengungkapkan bahwa perkembangan pemikiran Islam Indonesia muncul untuk mencari solusi atas problema keumatan dalam tatanan kehidupan masyarakat. Problema-problema tersebut meliputi aspek ekonomi, sosial, dan budaya, aspek pendidikan, aspek persatuan, serta aspek moral suatu bangsa. Problema-problema umat Islam dalam berbagai aspek kehidupan tersebut dapat digambarkan secara tegas seperti yang diungkapkan Zulkarnaini Abdullah, bahwa; konflik, kemiskinan dan keterbelakangan, baik dalam bidang pendidikan maupun pembangunan, hampir saja identik dengan kaum Muslim. Di mana ada umat Islam di situ terdapat pemandagan…

Paul 'Gazza' Gascoigne, Si Pemabuk yang Menangis

Entah sejak kapan Gazza disemat menjadi nama panggilannya? Tak ada yang tahu. Yang jelas, sejak lahir di dunia, ia diberi nama Paul John Gascoigne oleh dua orang tuanya. Ia lahir tanggal 27 Mei 1967 di kampung Gateshead, Kecamatan County Durham - Inggris. Begitu data yang tertera di wikipedia, yang tentu saja sesuai dengan data sensus penduduk atau kartu keluarganya di negara Britania sana. Ini orang adalah salah satu pesepakbola dunia. Memulai karir sepakbola profesional di salah satu klub tenar Liga Inggris, Newcastle United, tahun 1985, Gazza menjadi salah satu ikon sepakbola pada masanya. 

Bersoal Adanya Teman: Kembali Menulis

Entah bagaimana,blog ini sudah terbengkalai sampai beberapa bulan lamanya. Aku sendiri tak habis pikir bagaimana bisa. Sejak Februari lalu tak satu pun tulisan yang dapat kuposting. Tak satu pun tulisan yang keluar dari kepala. Ini sungguh di luar niatku sebelumnya. Sebab, sejak aktif menekuni blog pribadi, aku pernah bertekad untuk menelurkan tulisan secara terus menerus, berkesinambungan, yang setidaknya dapat berguna bagi para pembaca, atau kalau tidak, berguna untuk diriku sendiri juga tak mengapa. Tapi kenyataannya, ya, sungguh celaka. Tak ada tulisan yang muncul tiga bulan ini. Barangkali ini pertanda tak baik, dan aku harus segera dapat menampik.

Maka, untuk menampik pertanda tidak baik ini, hari ini, tanggal 1 Juni 2012 saya mencoba mulai menulis lagi. Setidaknya menulis tentang keadaanku yang serba tak menentu begini.

Terdapat satu tamsilan untuk menggambarkan keadaanku beberapa waktu ini. Seiring musim yang tak menentu -hujan, angin, dan panas bercampur dalam durasi waktu semi…