Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2012

Monas Dijebak Mendung

Jangan bingung. Sudah ribuan kali Monumen Nasional dalam keadaan begini rupa. Monas dijebak mendung. Atau boleh juga kau sebut Monas berpayung mendung. Terserah. Yang jelas, tak ada cerita yang perlu dilanjut ketika mata kamera menangkap ini suasana. Walau mesti diakui Berikut ini bagaimana hasilnya:

Itu gambar diambil tanggal dua bulan dua tahun dua ribu sebelas. Setahun lebih enam bulan lepas.[]

Stratifikasi Sosial Dalam Sosiologi - Bag. II (habis)

Stratifikasi Sosial Dalam Ritual Keagamaan Masyarakat Maloh  Daerah Kapuas Hulu – Kalimantan Barat Stratifikasi Sosial; Pengertian & Bahasan Singkatnya Dijelaskan dalam Sosiologi; Suatu Pengantar karya Soerjono Seokanto, bahwa selama dalam suatu masyarakat ada sesuatu yang dihargai, dan setiap masyarakat pasti mempunyai sesuatu yang dihargainya, maka hal itu akan menjadi bibit yang dapat menumbuhkan adanya sistem berlapis-lapis dalam masyarakat tersebut.[1] Lebih lanjut, dijelaskan sistem berlapis-lapis dalam suatu masyarakat, dalam sosiologi dikenal dengan istilah social stratisfication (stratifikasi sosial). Kata stratisfication berasal dari stratum (jamaknya: strata yang berarti lapisan). Mengenai istilah ini, Soekanto mengutip Pitirim A. Sorokin dalam menjelaskan definisinya. Di mana disebutkan bahwa yang dimaksud dengan social stratisfication adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (secara hirarkis).[2] Perwujudan gambaran definisi di ata…

Stratifikasi Sosial Dalam Sosiologi - Bag. I

Pengantar
Lazim ditemui dalam mempelajarisosiologi baik di sekolah menengah maupun di perguruan tinggi, masalah pelapisan masyarakat merupakan suatu bahasan yang selalu dijabarkan oleh seorang pengajar. Pelapisan masyarakat ini dalam bahasa istilah biasa disebut dengan kata strata. Kata ini menjelaskan tentang kelas-kelas sosial yang ada dalam suatu komunal masyarakat. Dan dalam istilah sosiologi, kata strata sedikit lebih dikerenkan dengan istilah stratifikasi sosial. Maka sebagai upaya untuk saling membagi wawasan dengan sidang pembaca khususnya dengan teman-teman yang sedang belajar sosiologi, berikut ini saya mencoba mengembangkan apa yang saya dapatkan dari beberapa buku kajian, saya susun hingga menjadi sebuah bacaan yang semoga saja bisa bermanfaat bagi semuanya. 
Dalam satu komunal masyarakat, masalah stratifikasi sosial barangkali merupakan masalah yang kerap bisa dijumpai. Ada stratifikasi sosial yang terbentuk karena adat istiadat yang berlaku dan ada pula stratifikasi sosial…

Mulai Menulis dari Hal-hal Kecil

Kali ini, kuajak kamu menulis hal-hal kecil. Perihal yang sama sekali tak kau pikirkan sebelumnya. Tentang orang ngupil contohnya. Atau tentang seseorang yang kehilangan kunci lemari pakaiannya. Sementara ia sudah mencari kesana-kemari. Sementara ia, belum berpakaian juga sedari tadi, sehabis mandi. Sementara setengah jam kedepan ada janji penting yang harus ia hadiri. Bukankah ini perihal kecil?
Untuk menulis hal-hal kecil seperti ini, tentu saja kita tak mesti membuka-buka buku referensi. Atau mesti kita jajaki narasumber, atau mencari-cari data akurat untuk menguatkan tulisan yang ada. Kita cukup membayangkan saja. Membayangkan seseorang, dengan dililit handuk di pinggang berjalan kesana-kemari. Mondar-mandir tak menentu sambil merogoh kantong celana, baju, atau membuka laci-laci. Bisa kita bayangkan pula bagaimana mimik orang yang dirundung hilang.
Menulis perihal kecil begini, hanya butuh panjang imajinasi. Beda halnya jika kau ingin menulis sesuatu yang besar. Isu-isu yang mengge…

Surat Balasan Buat Tuan X

SEFOLDER puisi saya kirim pada Tuan X. Via email. Zaman canggih begini rupa, kirim mengirim tulisan sudah berbentuk file. Bukan bentuk bundelan. Jadi harap maklum jika saya katakan, saya kirim sefolder puisi. Saya ulang, sefolder puisi saya kirim ke Tuan X. Tuan X seorang sastrawan. Sudah pernah mengandung dan melahirkan banyak buku.

Saya yang berkeinginan melahirkan buku, menyerahkan materi buku pada Tuan X dengan harapan dia mau membaca, lantas mau menulis sedikit saran pesan, kritik kesan, atau boleh jadi pengantar bakal buku. Sebelum, saya kirimi ia sefolder puisi, saya utarakan terlebih dahulu maksud hati saya padanya. Pengutaraan maksud hati ini, tentu saja saya lakukan dengan hati-hati mengingat asam garam yang saya kecap dalam dunia tulis menulis belumlah sampai pada jumlah bergoni-goni.

Konon lagi, perkenalan antara saya dengan Tuan X hanyalah bentuk perkenalan sepihak belaka. Maksudnya, hanya saya saja yang mengenalnya. Dia tidak. Pengutaraan maksud hati yang sa…