Stratifikasi Sosial Dalam Sosiologi - Bag. I



Pengantar
Lazim ditemui dalam mempelajari sosiologi baik di sekolah menengah maupun di perguruan tinggi, masalah pelapisan masyarakat merupakan suatu bahasan yang selalu dijabarkan oleh seorang pengajar. Pelapisan masyarakat ini dalam bahasa istilah biasa disebut dengan kata strata. Kata ini menjelaskan tentang kelas-kelas sosial yang ada dalam suatu komunal masyarakat. Dan dalam istilah sosiologi, kata strata sedikit lebih dikerenkan dengan istilah stratifikasi sosial. Maka sebagai upaya untuk saling membagi wawasan dengan sidang pembaca khususnya dengan teman-teman yang sedang belajar sosiologi, berikut ini saya mencoba mengembangkan apa yang saya dapatkan dari beberapa buku kajian, saya susun hingga menjadi sebuah bacaan yang semoga saja bisa bermanfaat bagi semuanya. 

Dalam satu komunal masyarakat, masalah stratifikasi sosial barangkali merupakan masalah yang kerap bisa dijumpai. Ada stratifikasi sosial yang terbentuk karena adat istiadat yang berlaku dan ada pula stratifikasi sosial yang terbentuk karena perbedaan gaya hidup antar masyarakat. Biasanya, stratifikasi sosial seperti yang disebut terakhir ini dominan terbentuk sebab perbedaan ekonomi antar penduduk dalam sebuah masyarakat. Apa yang diungkapkan dalam pengantar ini hanyalah pemahaman dasar yang ada dalam pikiran saya setelah dalam beberapa minggu terakhir mendapat tugas dari seorang dosen untuk menjabarkan masalah stratifikasi sosial dalam ilmu sosiologi berikut contohnya yang pernah terjadi dalam masyarakat. 
Untuk memenuhi tugas ini, sebab saya bukanlah seorang yang terlalu mengerti sosiologi, tidak ada cara lain yang bisa saya lakukan selain membaca beberapa buku kajian dan kemudian membahasnya dalam tulisan ini. Begitu juga dengan contoh yang akan saya paparkan. Di banyak buku kajian, contoh yang paling umum diambil untuk menggambarkan bentuk stratifikasi sosial yang dimaksud adalah apa yang berlaku dalam ajaran Hindu. Adanya kasta-kasta dalam sebuah golongan masyarakat seperti adanya orang yang berkedudukan dalam kasta sudra, veisha, satria dan brahmana diungkapkan sebagai bentuk stratifikasi sosial yang sudah demikian membumi bagi masyarakat Hindu itu sendiri. 

Contoh yang kerap didapatkan dalam banyak buku kajian ini, di satu pihak dianggap sebagai contoh yang paling sederhana dan mudah dimengerti tetapi di pihak lain telah menimbulkan penyeragaman pemikiran bagi sidang pembaca. Dalam hal ini, tidak bisa dipungkiri jika di sebuah acara diskusi atau dalam sebuah proses belajar mengajar, misalnya, ketika seorang guru atau dosen menanyakan tentang bahasan ini terdapat hampir semua peserta didik menjawab lapisan kasta dalam ajaran Hindu adalah contoh konkretnya. Karenanya, sebagai upaya untuk menghindari bentuk penyeragaman pemikiran yang dimaksud, dalam tulisan ini, saya mengangkat bentuk stratifikasi sosial yang terdapat dalam sebuah komunal masyarakat di provinsi Kalimantan Barat sana. Namun perlu diakui pula bahwa bentuk stratifikasi yang dimaksud ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh seorang peneliti import bernama Victor T. King pada tahun 1970-an akhir.

Dalam perkara bahasan yang dilakukan berdasarkan penelitian tersebut, maka terbentuklah suatu bentuk tulisan sebagaimana yang terpaparkan dalam judul berikut:

Popular Posts