Skip to main content

Dianjurkan Merokok Di: Djendelo Koffie - Yogyakarta

Rasanya, sudah kemana-mana pergi, baru kali ini saya menemukan tempat yang jelas-jelas meminta para pelanggannya merokok sekuat tenaga. Tidak menakut-nakuti, apalagi melarang. Tak ada poster-poster larangan yang berbunyi: Dilarang Merokok atau Don't Smoking. Yang ada malah sebaliknya. Kaget?

Ceritanya ada di sini. Jika kau pernah ke Yogyakarta, sempatkanlah pergi barang sejam-dua jam ke Toko Buku Toga Mas di pangkal jalan Gejayan Affandi. Saya tidak mengajak kamu membeli buku. Saya ingin kasih tahu bahwa di lantai dua toko buku ini ada sebuah tempat melepas rehat, duduk santai sambil minum kopi atau makan penganan kecil seadanya. Ini tempat santai. Sebuah cafetaria. Namanya Djendelo Koffie.

Sampai di sini, saya juga tidak mengajak kamu atau membuat kamu ngiler dengan daftar-daftar menu. Tapi sesuai dengan judul tersebut di atas, saya ingin menceritakannya buatmu sedikit dua, tiga dikit. Di sini kamu bebas merokok. Titik. Yang anti merokok, saya kira jangan mendekat. Mesti jauh. Atau kalau sudah merapat, cepat-cepat angkat sauh. Kaget? Saya bilang jangan kaget. Sebab, masuk ke cafe ini, pertama duduk di kursi pesanan, kau akan dapati sebuah plakat di atas meja. Plakatnya memuat dua tulisan di depan dan belakangnya. Saya ada memotret ini plakat. Silahkan lihat. Sila mencerna tulisan saya dan boleh merangkai beberapa pendapat. Mari.




Yogyakarta, 25 Sept. 2012.

Popular posts from this blog

Satu Jam Bersama Ibu & Putri Ishak Daud Di Rumah Kak Na

Marlina atau akrab dipanggil Kak Na, istri Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dengan balutan gaun biru muda terlihat sumringah sore ini. Duduk berbaur bersama sejumlah ibu-ibu berusia lanjut di Aula rumah dinas di Jalan Syeich Muda Wali Banda Aceh, Rabu sore 31 Juli 2013, Kak Na menggelar acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan Nyak-nyak pedagang kaki lima. 
Di aula yang terletak di samping kanan rumah dinas itu, sejumlah penganan buka puasa mewah sudah tersedia di meja bulat yang kerap dipakai oleh pejabat teras pemerintah. Namun, hari ini, atas undangan Kak Na meja dengan hiasan bordiran khas Aceh ini dipakai oleh sekitar 50-an lebih pedagang kaki lima. 
Saat saya masuk ke ruangan ini, Kak Na duduk di meja paling depan dan akrab bergurau dengan seorang gadis kecil yang duduk di samping kanannya. Tepat di depannya seorang nenek duduk sambil sesekali tersenyum melihat Kak Na bersenda dengan gadis kecil tersebut. 
“Selain Nyak-nyak yang hadir sebagai tamu khusus, Kak Na punya tam…

'Mabok Halal' Ala Kopi Aceh

"Di Aceh tak ada minuman halal lain yang bikin pening alias mabok kecuali kopi. Yang haram tapi bikin mumang? Ada, dan saya tak bilang banyak. Kalau mau dicari Ie Jok Masam salah satunya."

Sopir Nyentrik dan Gosip Para Perempuan Tentang Profil Calon Gubernur Aceh Kedepan

Dalam angkutan umum Minibus L.300 jurusan Banda Aceh-Lhokseumawe. Penumpang penuh. Dua orang perempuan di samping sopir, tiga orang perempuan di jok belakang sopir, dua perempuan dan satu laki-laki di baris ketiga. Saya bersama satu penumpang laki-laki lainnya duduk di jok paling belakang.
Aku menumpangi mobil ini saat pulang ke Meureudu akhir Januari lalu. Ini mobil penumpang yang mangkal di terminal angkutan umum antar kota dalam provinsi di Batoh, Banda Aceh. Mobil yang kutumpangi adalah salah satu mobil yang tergabung dalam perusahaan jasa angkutan CV. Mandala. Setidaknya inilah yang tertulis dengan stiker putih di bagian atas kaca depannya.
Sang sopir adalah seorang pria setengah baya. Agak nyentrik untuk ukuran sopir L.300 yang sering kutemui ketika bolak balik Banda Aceh-Meureudu atau ketika aku bepergian ke daerah-daerah lain di Aceh. Minibus L.300 adalah satu-satunya jenis mobil penumpang alternatif yang menjangkau seluruh kabupaten kota di Aceh.
Si sopir yang kubilang nyentri…