Skip to main content

Review Tesis: Sosialisme Dalam Islam; Kajian Pemikiran Sayyid Quthb


(Semacam) Pengantar
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Prosedur Penelitian (Teknik Penulisan Proposal Tesis), saya sebagai salah satu mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Ar-Raniry Jurusan Pemikiran Dalam Islam akan mencoba mereview sebuah tesis yang berjudul Sosialisme Dalam Islam (Suatu Kajian Terhadap Pemikiran Sayyid Quthb). Tesis ini disusun oleh Abd. Djalil Ya’cob dan diselesaikan penulisan serta pertanggungjawabannya pada tahun 2009.
Adapun yang melatarbelakangi saya dalam mengambil judul tesis ini untuk direview ulang tidak lain disebabkan karena saya merasa tertarik dengan konsep sosialisme yang sejatinya ketika topik ini dibicarakan dalam lingkup umum, orang banyak akan langsung berpemahaman atau berpikiran bahwa ide ini erat kaitannya dengan komunis serta sama sekali tidak bersentuhan dengan Islam. Beranjak dari stereotipe publik (awam) yang mengidentikkan sosialisme dengan komunis inilah penyusun merasa mesti mengkaji lebih lanjut tentang sosialisme itu sendiri hingga pada akhirnya dapat memahami konsepnya secara lebih terperinci.
Sebagai bentuk usaha untuk memahami konsep sosialisme secara lebih terperinci seperti yang telah disebutkan sebelumnya, saya sangat beruntung ketika menemukan tesis yang akan direview ini di perpustakaan. Dengannya bisa didapatkan banyak pengetahuan baru yang memungkinkan membuka cakrawala berpikir saya dalam memahami konsep-konsep pemikiran yang telah mempengaruhi gaya hidup serta alam berpikir masyarakat dunia. Dalam konteks lebih jauh konsep-konsep tersebut dengan sedemikian rupa telah mengubah arah perputaran percaturan politik dunia. Tapi entahlah.
Lebih lanjut dalam review ini saya (dengan segala keterbatasan pemahaman yang ada di kepala) akan membatasi pembahasannya dalam beberapa aspek saja. Di mana aspek-aspek yang akan dibahas tersebut, di antaranya mencakup: Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tinjauan Kepustakaan, Metodologi Penelitian, Ringkasan Bab-bab Bahasan, dan Kesimpulan. Jelasnya, saya hanya akan meninjau 'isi kepala' seorang Abd. Djalil Ya'cob tentang 'prasangka' dan bahasannya mengenai sosialisme dalam Islam yang telah digagas oleh seorang tokoh dunia bernama Sayyid Qutbh, di mana peninjauan tersebut hanya berkitar di sekitaran aspek-aspek yang terdapat dalam banyak buku prosedur penelitian sebagaimana telah dibahas sebelumnya. 
Sebagaimana tulisan review pada umumnya, di sini penyusun akan mencoba memberikan komentar (analisa) terhadap aspek-aspek yang tersebut sebelumnya, baik itu dalam konteks kritikan maupun sebaliknya. Tentu saja, analisis yang diungkapkan nantinya jauh dari taraf sempurna mengingat keterbatasan pengetahuan pada saya sendiri, sehingga memungkinkan untuk ditindaklanjuti (diarahkan atau dikritisi ulang) oleh pihak-pihak yang lebih berkompeten pada kajian ini. Sebagai alasan kenapa review ini mesti dikaji ulang oleh pihak yang lebih ahli dalam bidang ini, itu karena pisau analisa penyusun masih tumpul dan walau pun sudah berkali-berkali diasah pada batu asah yang bagus tapi tetap saja ianya masih belum seberapa tajam dibandingkan dengan pisau-pisau pemikiran yang dipunyai oleh analis-analis hebat lainnya. Untuk keterangan yang disebutkan terakhir ini, saya merasa bingung sendiri kenapa bisa pikiran penyusun masih saja tumpul begitu rupa? Atau barangkali ada yang salah dengan saraf berpikir yang ada di kepala saya? Saya sama sekali tak bisa menjawabnya.
Maka upaya mereview tesis yang telah ditulis dan diteliti oleh Abd. Djalil Ya’cob, yang berkaitan dengan aspek-aspek seperti yang telah disebutkan sebelumnya, secara sistematis dapat ditinjau pada bahasan-bahasan selanjutnya, di mana isi dari review yang dimaksud akan diposting di lain waktu ketika saya sama sekali tidak sibuk. Terima kasih! 

Nb. Tulisan ini dipersiapkan dan akan diajukan sebagai tugas ujian akhir semester. Saya berdo'a kepada Allah swt. agar dosen membaca habis tulisan saya.

Popular posts from this blog

Satu Jam Bersama Ibu & Putri Ishak Daud Di Rumah Kak Na

Marlina atau akrab dipanggil Kak Na, istri Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dengan balutan gaun biru muda terlihat sumringah sore ini. Duduk berbaur bersama sejumlah ibu-ibu berusia lanjut di Aula rumah dinas di Jalan Syeich Muda Wali Banda Aceh, Rabu sore 31 Juli 2013, Kak Na menggelar acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan Nyak-nyak pedagang kaki lima. 
Di aula yang terletak di samping kanan rumah dinas itu, sejumlah penganan buka puasa mewah sudah tersedia di meja bulat yang kerap dipakai oleh pejabat teras pemerintah. Namun, hari ini, atas undangan Kak Na meja dengan hiasan bordiran khas Aceh ini dipakai oleh sekitar 50-an lebih pedagang kaki lima. 
Saat saya masuk ke ruangan ini, Kak Na duduk di meja paling depan dan akrab bergurau dengan seorang gadis kecil yang duduk di samping kanannya. Tepat di depannya seorang nenek duduk sambil sesekali tersenyum melihat Kak Na bersenda dengan gadis kecil tersebut. 
“Selain Nyak-nyak yang hadir sebagai tamu khusus, Kak Na punya tam…

'Mabok Halal' Ala Kopi Aceh

"Di Aceh tak ada minuman halal lain yang bikin pening alias mabok kecuali kopi. Yang haram tapi bikin mumang? Ada, dan saya tak bilang banyak. Kalau mau dicari Ie Jok Masam salah satunya."

Sopir Nyentrik dan Gosip Para Perempuan Tentang Profil Calon Gubernur Aceh Kedepan

Dalam angkutan umum Minibus L.300 jurusan Banda Aceh-Lhokseumawe. Penumpang penuh. Dua orang perempuan di samping sopir, tiga orang perempuan di jok belakang sopir, dua perempuan dan satu laki-laki di baris ketiga. Saya bersama satu penumpang laki-laki lainnya duduk di jok paling belakang.
Aku menumpangi mobil ini saat pulang ke Meureudu akhir Januari lalu. Ini mobil penumpang yang mangkal di terminal angkutan umum antar kota dalam provinsi di Batoh, Banda Aceh. Mobil yang kutumpangi adalah salah satu mobil yang tergabung dalam perusahaan jasa angkutan CV. Mandala. Setidaknya inilah yang tertulis dengan stiker putih di bagian atas kaca depannya.
Sang sopir adalah seorang pria setengah baya. Agak nyentrik untuk ukuran sopir L.300 yang sering kutemui ketika bolak balik Banda Aceh-Meureudu atau ketika aku bepergian ke daerah-daerah lain di Aceh. Minibus L.300 adalah satu-satunya jenis mobil penumpang alternatif yang menjangkau seluruh kabupaten kota di Aceh.
Si sopir yang kubilang nyentri…