Skip to main content

Mengenang Ayah

Ada yang janggal ketika kau pulang ke rumah. Entahlah. Yang jelas hati tak seriang dulu ketika langkah telah berjejak di anak tangga samping rumah kau disapa ayah dari arah beranda. Atau paling tidak, ada protes keras ketika kau lupa merapal salam saat pintu berderit dibuka ayah. Ada sebentuk sepi yang tak juga kau mengerti. Dan ayah telah benar-benar pergi. Itu pada awal pagi. Ketika subuh sedang bersiap-siap (barangkali berdan-dan) keluar dari dekam malam.

Entahlah. Rumah yang haru adalah rumah ketika ibu membicarakan apa pun tentang ayah. Sementara kau sedang berimaji sendiri tentang lembaran-lembaran ingatan semisal debat sejarah di meja makan yang kesemuanya kerap berakhir dengan 'ejekan-ejekan'. Suatu kali setelah menyeruput kopi ayah bilang, "Kau sudah sarjana tapi itu saja tidak tahu. Saya yang tamatan SR tahu. Kiban nyan?" Ah, ayah memang punya serangan yang tak disangka-sangka jika sudah berdebat begitu rupa.

Lain waktu, ketika ibu sedang di dapur, diam-diam kau nyelinap ke kamar ayah. Kau hidu segala macam aroma kamar. Kau tatap lekat seisi kamar. Lemari, sangkutan baju, cermin yang dikerubung bintil, minyak rambut, sisir, sebingkai foto, ranjang besi yang tiang-tiang kelambunya telah terkelupas cat. Ketika itu kau hampir saja menitikkan air mata jika keponakanmu yang gendut dan nakalnya minta ampun tidak nyelonong masuk dengan tiba-tiba. Lantas dengan gegas kau keluar kamar seiring gegasnya sang keponakan mengejar. "Bi peng seuribee", kata sang ponakan.

Namun ada satu hal setidaknya masih menyemat di pikiran. Satu hal yang kau tanam dalam hati ketika janggal rumah sedang kau ratapi: "Selagi do'a terbaca di hati, selagi ibu sabar menasehati, ayah tetap ada. Ayah adalah sumber kedewasaan. Kenangannya adalah salah satu penentu kemana arah pemikiran berjalan."

Popular posts from this blog

Satu Jam Bersama Ibu & Putri Ishak Daud Di Rumah Kak Na

Marlina atau akrab dipanggil Kak Na, istri Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dengan balutan gaun biru muda terlihat sumringah sore ini. Duduk berbaur bersama sejumlah ibu-ibu berusia lanjut di Aula rumah dinas di Jalan Syeich Muda Wali Banda Aceh, Rabu sore 31 Juli 2013, Kak Na menggelar acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan Nyak-nyak pedagang kaki lima. 
Di aula yang terletak di samping kanan rumah dinas itu, sejumlah penganan buka puasa mewah sudah tersedia di meja bulat yang kerap dipakai oleh pejabat teras pemerintah. Namun, hari ini, atas undangan Kak Na meja dengan hiasan bordiran khas Aceh ini dipakai oleh sekitar 50-an lebih pedagang kaki lima. 
Saat saya masuk ke ruangan ini, Kak Na duduk di meja paling depan dan akrab bergurau dengan seorang gadis kecil yang duduk di samping kanannya. Tepat di depannya seorang nenek duduk sambil sesekali tersenyum melihat Kak Na bersenda dengan gadis kecil tersebut. 
“Selain Nyak-nyak yang hadir sebagai tamu khusus, Kak Na punya tam…

'Mabok Halal' Ala Kopi Aceh

"Di Aceh tak ada minuman halal lain yang bikin pening alias mabok kecuali kopi. Yang haram tapi bikin mumang? Ada, dan saya tak bilang banyak. Kalau mau dicari Ie Jok Masam salah satunya."

Sopir Nyentrik dan Gosip Para Perempuan Tentang Profil Calon Gubernur Aceh Kedepan

Dalam angkutan umum Minibus L.300 jurusan Banda Aceh-Lhokseumawe. Penumpang penuh. Dua orang perempuan di samping sopir, tiga orang perempuan di jok belakang sopir, dua perempuan dan satu laki-laki di baris ketiga. Saya bersama satu penumpang laki-laki lainnya duduk di jok paling belakang.
Aku menumpangi mobil ini saat pulang ke Meureudu akhir Januari lalu. Ini mobil penumpang yang mangkal di terminal angkutan umum antar kota dalam provinsi di Batoh, Banda Aceh. Mobil yang kutumpangi adalah salah satu mobil yang tergabung dalam perusahaan jasa angkutan CV. Mandala. Setidaknya inilah yang tertulis dengan stiker putih di bagian atas kaca depannya.
Sang sopir adalah seorang pria setengah baya. Agak nyentrik untuk ukuran sopir L.300 yang sering kutemui ketika bolak balik Banda Aceh-Meureudu atau ketika aku bepergian ke daerah-daerah lain di Aceh. Minibus L.300 adalah satu-satunya jenis mobil penumpang alternatif yang menjangkau seluruh kabupaten kota di Aceh.
Si sopir yang kubilang nyentri…