Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2013

Bayangkan Kita Sedang Junub, Listrik Padam

Malam ini, Kamis 21 March 2013, listrik padam lagi. Hingga ketika saya tuliskan opini ini, ribuan sumpah serapah berkecamuk dalam hati. Hingga saking banyaknya sumpah serapah tersebut, tak satu pun kata-kata itu bisa tertulis di sini. Kalau pun bisa tertulis, saya tetap saja tak mampu mengingatnya satu-satu. Yang jelas, kecewa sangat pada PLN sebagai si empunya aksi pemadaman. Tak ada tempat tumpahan kekecewaan begini rupa selain PLN saja adanya. Tidak kepada keluarga, geuchik, teungku imum, mukim, camat, bupati, gubernur atau bahkan presiden. Tetap hanya untuk PLN saja kecewa ini berujung.

Maka tentang keberadaan Perusahaan Listrik Negara. Dengan singkatan tiga huruf: PLN; yang oleh sebab seringnya listrik padam. Tiga huruf ini sering dipelesetkan banyak orang dengan kepanjangan Perusahaan Lilin Negara, Pasti Lama Nyalanya, dan plesetan-plesetan lain yang cukup membuat pembacanya tersenyum sambil memendam kesumat.

Contoh kepanjangan lain? Ada. Padam Listrik se-Negara …

Blog Yang Serupa Kamar Tidur Atau Jamban

Jadi begini. Ceritanya nge-blog itu adalah pekerjaan yang paling, sangat-sangat tidak membosankan. Jika kau ingin menulis. Ya menulislah. Jika tidak. Ya tinggalkan saja. Tak ada yang menuntut, dan tak ada pula yang bertanya. Kecuali jika blog yang kamu kelola itu sudah banyak dikunjungi orang. Sudah ribuan antri menunggu isi blog kamu selanjutnya. Tapi, kau tetap saja punya pilihan. Bebas mau menulis atau tidak. Bebas tentukan sikap. Sebab, siapa pun tidak berhak menuntut di sini. Jika kau bosan, dan untuk beberapa lama kau memutuskan tidak akan posting-posting lagi di blog. Itu sepenuhnya hak kamu.

Inilah yang bagiku sendiri merasa enaknya menulis di blog. Hingga sampai saat ini, aku sendiri tidak merasakan bosan sama sekali untuk mengisi konten-konten blog dengan macam-macam tulisan. Memang banyak orang yang katakan, menulis itu harus tunggu mood. Harus tunggu inspirasi. Atau ada juga yang bilang kalau menulis harus dapat ilham. Harus ada wangsit. Ah, itu bullshit aku kira. Anggapa…

Catatan Lain Tentang Liga Seuribee

Liga Seuribee yang diadakan oleh pemuda Gp. Mns. Jurong-Teupin Pukat, Kec. Meurah Dua Kab. Pidie Jaya adalah agenda tahunan  bidang kepemudaan di desa tersebut. Liga Seuribee ini ada sejak tahun 2011 dan yang diberitakan dalam beberapa posting sebelumnya adalah Liga Seuribee-II yang berlangsung pada September 2012.

Liga Seuribee ini dilangsungkan di bibir pantai Kuala Krueng Meureudu. Kecuali memakai perlengkapan sepakbola profesional seperti kostum tim, wasit, hakim garis, setiap pemain dalam tim yang berlaga di Liga Seuribee tidak memakai sepatu. Sebabnya? Bukan tak sanggup membeli sepatu. Tapi lebih kepada tidak mungkin pakai sepatu untuk berlarian bebas di pantai. Jadi ya, pake kaki telanjang saja, yang bukan tidak mungkin para pemainnya sering keinjak kerikil-kerikil tajam hingga melukai telapak kaki pemain. Pun begitu, tidak ada satu pun pemain yang protes tentang itu.

Laporan berita tentang Liga Seuribee yang diposting beberapa hari lalu, sebenarnya sudah disusun sejak akhir t…

Ada Liga Seuribee Di Teupin Pukat, Meurah Dua - Pidie Jaya - Bag. III (habis)

Foto-foto

Ada Liga Seuribee Di Teupin Pukat, Meurah Dua - Pidie Jaya - Bag. II

Liga Seuribee Mns. Jurong Teupin Pukat Liga Seuribee (bahasa Aceh, artinya: seribu) adalah salah satu kegiatan yang dilakukan oleh para pemuda desa Teupin Pukat. Ini kegiatan olahraga, berupa turnamen sepakbola. Sepakbola pantai lebih jelasnya. Sebab lapangan tempat turnamen ini diadakan berlokasi di tepi pantai. Di pipi muara Krueng Meureudu. 
"Liga Seuribee ini diadakan untuk menggalang persatuan antar pemuda. Ini turnamen yang kedua. Tahun lalu turnamen ini digelar pertama kali. Rencananya akan diadakan setiap tahun. Seperti tahun lalu juga, turnamen ini diikuti delapan kesebelasan. Enam kesebelasan adalah tim penduduk Teupin Pukat sendiri, sementara duanya lagi adalah tim jemputan. Jemputan dari kampung sebelah. "Dua tim dari desa Beuringen", terang Khalid, ketua panitia.

Ada Liga Seuribee Di Teupin Pukat, Meurah Dua - Pidie Jaya

Hal Ihwal Demografi Lokasi Teupin Pukat adalah 'lakap' lain dari nama sebuah desa di Kec. Meurah Dua, Kab. Pidie Jaya. Dalam data resmi pemerintahan, kampung yang dimaksud tercatat dengan nama Mns. Jurong. Kampung ini terletak di muara Krueng (sungai) Meureudu. Dari ibukota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Banda Aceh, ia berjarak sekitar (lebih kurang) 170 km. Kira-kira memakan waktu 3 jam perjalanan darat dengan menggunakan jasa angkutan mini bus L.300 atau boleh jadi memakan waktu 10-15 jam jika anda sanggup mengayuh sepeda ontel atau sejenisnya untuk pergi ke sana. Untuk yang terakhir, saya sarankan anda tidak usah mencobanya jika tidak ingin mengalami kegembungan (maaf) biji peler.  Selain dianggap sebagai salah satu desa yang 70% penduduknya bermata pencaharian nelayan, Teupin Pukat dikenal juga sebagai salah satu desa yang padat penduduknya tenimbang desa-desa lain dalam lingkup kecamatan Meurah Dua. Jadi, sebab padat penduduknya, sudah barang tentu desa ini memiliki…

Alasan Kenapa Aku Ingin Terus Menulis

Sebab aku cukup sadar bahwa ingatan tak pernah bisa utuh. Bahwa saat senja pikiran bisa renta juga, maka dengan sadar pula aku pun memagangkan diri. Memagangkan tubuh dan pikiran ini dalam dunia tulis baca. Dunia yang berisi kumpulan huruf, titik, koma, tanda tanya, serta tanda baca lainnya. Aku tak menyebutkan diri ingin menjadi penulis di sini. Namun hanya bermaksud mengutarakan isi hati tentang bagaimana sadarnya aku saat ini, sepagi ini, bahwa menulis itu memang penting. Lebih penting dari sekadar niatan mencumbu seorang perempuan sementara akad belum terlaksana juga.

Jika boleh meminjam kata anak-anak Komunitas Jeuneurob di Lamgugop sana, tidak ada salahnya apa yang mereka katakan tempo hari aku kutip di sini. "Suatu saat kita memang harus menulis cerita sendiri, sebab bukan tidak mungkin kita akan dirundung bosan dengan cerita-cerita lama," begitu kira-kira maksud yang pernah mereka utarakan kepadaku, ketika berbicara tentang kenapa mereka bikin kelompok menulis sendi…