Skip to main content

Ada Liga Seuribee Di Teupin Pukat, Meurah Dua - Pidie Jaya

Hal Ihwal Demografi Lokasi
Teupin Pukat adalah 'lakap' lain dari nama sebuah desa di Kec. Meurah Dua, Kab. Pidie Jaya. Dalam data resmi pemerintahan, kampung yang dimaksud tercatat dengan nama Mns. Jurong. Kampung ini terletak di muara Krueng (sungai) Meureudu. Dari ibukota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Banda Aceh, ia berjarak sekitar (lebih kurang) 170 km. Kira-kira memakan waktu 3 jam perjalanan darat dengan menggunakan jasa angkutan mini bus L.300 atau boleh jadi memakan waktu 10-15 jam jika anda sanggup mengayuh sepeda ontel atau sejenisnya untuk pergi ke sana. Untuk yang terakhir, saya sarankan anda tidak usah mencobanya jika tidak ingin mengalami kegembungan (maaf) biji peler. 
Aktivitas warga Tp. Pukat di bantaran Krueng Meureudu.
Selain dianggap sebagai salah satu desa yang 70% penduduknya bermata pencaharian nelayan, Teupin Pukat dikenal juga sebagai salah satu desa yang padat penduduknya tenimbang desa-desa lain dalam lingkup kecamatan Meurah Dua. Jadi, sebab padat penduduknya, sudah barang tentu desa ini memiliki pemuda yang bejibun banyaknya. Dari sekian banyaknya pemuda yang ada, pelbagai macam perbedaan antar sesama seperti perbedaan isi kepala, isi saku, isi hati, dan lain-lain merupakan hal yang tak bisa dipungkiri. Sudah dari sononya begini. Sejak Adam dan Hawa dilepas oleh Allah SWT dari surga ke padang dunia.

Untuk itu demi mengikat kekompakan, persatuan, di antara berbagai perbedaan antar masing-masing individu pemuda, berbagai macam kegiatan yang melibatkan para pemuda merupakan hal yang urgent untuk dilaksanakan. Hal ini tentu sudah bisa dipahami oleh semua unsur masyarakat yang ada, tak terkecuali oleh penduduk desa Teupin Pukat, Kec. Meurah Dua, Kab. Pidie Jaya. Kegiatan-kegiatan kepemudaan yang dimaksud pun beragam. Dari tahun ke tahun kegiatan di beberapa bidang selalu ada. Salah satunya adalah kegiatan olahraga. Salah satunya lagi adalah turnamen sepak bola. Turnamen Liga Seuribee namanya.

Tentang ini turnamen, klik di sini saja.

Popular posts from this blog

Satu Jam Bersama Ibu & Putri Ishak Daud Di Rumah Kak Na

Marlina atau akrab dipanggil Kak Na, istri Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dengan balutan gaun biru muda terlihat sumringah sore ini. Duduk berbaur bersama sejumlah ibu-ibu berusia lanjut di Aula rumah dinas di Jalan Syeich Muda Wali Banda Aceh, Rabu sore 31 Juli 2013, Kak Na menggelar acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan Nyak-nyak pedagang kaki lima. 
Di aula yang terletak di samping kanan rumah dinas itu, sejumlah penganan buka puasa mewah sudah tersedia di meja bulat yang kerap dipakai oleh pejabat teras pemerintah. Namun, hari ini, atas undangan Kak Na meja dengan hiasan bordiran khas Aceh ini dipakai oleh sekitar 50-an lebih pedagang kaki lima. 
Saat saya masuk ke ruangan ini, Kak Na duduk di meja paling depan dan akrab bergurau dengan seorang gadis kecil yang duduk di samping kanannya. Tepat di depannya seorang nenek duduk sambil sesekali tersenyum melihat Kak Na bersenda dengan gadis kecil tersebut. 
“Selain Nyak-nyak yang hadir sebagai tamu khusus, Kak Na punya tam…

'Mabok Halal' Ala Kopi Aceh

"Di Aceh tak ada minuman halal lain yang bikin pening alias mabok kecuali kopi. Yang haram tapi bikin mumang? Ada, dan saya tak bilang banyak. Kalau mau dicari Ie Jok Masam salah satunya."

Sopir Nyentrik dan Gosip Para Perempuan Tentang Profil Calon Gubernur Aceh Kedepan

Dalam angkutan umum Minibus L.300 jurusan Banda Aceh-Lhokseumawe. Penumpang penuh. Dua orang perempuan di samping sopir, tiga orang perempuan di jok belakang sopir, dua perempuan dan satu laki-laki di baris ketiga. Saya bersama satu penumpang laki-laki lainnya duduk di jok paling belakang.
Aku menumpangi mobil ini saat pulang ke Meureudu akhir Januari lalu. Ini mobil penumpang yang mangkal di terminal angkutan umum antar kota dalam provinsi di Batoh, Banda Aceh. Mobil yang kutumpangi adalah salah satu mobil yang tergabung dalam perusahaan jasa angkutan CV. Mandala. Setidaknya inilah yang tertulis dengan stiker putih di bagian atas kaca depannya.
Sang sopir adalah seorang pria setengah baya. Agak nyentrik untuk ukuran sopir L.300 yang sering kutemui ketika bolak balik Banda Aceh-Meureudu atau ketika aku bepergian ke daerah-daerah lain di Aceh. Minibus L.300 adalah satu-satunya jenis mobil penumpang alternatif yang menjangkau seluruh kabupaten kota di Aceh.
Si sopir yang kubilang nyentri…