Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2013

Masalahnya Kita Tak Pernah Benar-benar Punya Masalah

patutlah kukata tak ada
masalah di dunia. sebab kita
terlahir oleh musabab canda tawa.
juga bersebab lenguh pelan dua orang
tua saat masih menumpang tidur di rumah
mertua. dan mertua tak pernah memasalahkannya
kecuali makin giat membawa pulang makanan bergizi
untuk disantap sang menantu ketika siangnya. kelak kita
terlahir dengan tangisan suka cita. kelak kita terlahir dengan
ucapan dan selamatan sampai tetangga kekenyangan tanpa bisa berkata apa.

patutlah kukata tak ada
masalah di dunia. pun ketika
kita tumbuh besar, masalah hanya
ada ketika sesuatu yang telah kadung
besar tak punya tempat unjuk gigi untuk
sekadar memberi bukti betapa telah demikian
besarnya yang kita punya, yang kerap tanpa diduga
bisa menggelapar sendiri tanpa terkontrol serupa beban
di ketinggian yang jatuh oleh sebab putus katrol. kau tahu masalah itu apa?

ya itu dia. masalahnya kita tak pernah benar-benar punya masalah. tak celaka. tak mengapa. sebab celaka tak lebih penting tenimbang bagaimana memahami masalah…

Mengenangmu, Don Pablo - II [Berita Kematian Pablo Neruda]

"Prosesi penguburan dimulai di rumah sang penyair, di mana almarhum semula disemayamkan ditemani istri dan saudara-saudara perempuannya. Ruangan bekas tempatnya disemayamkan itu, bekas perpustakaannya dulu, kini kebanjiran dan penuh lumpur. Buku-buku dan dokumen-dokumen mengapung di air lumpur bersama perabotan. Sehari sebelumnya tentara membelokkan arah aliran sungai kecil ke rumah itu dan mereka menghancurkan apa saja yang mereka lihat dengan popor senapan mereka dan baru pergi setelah rumah itu kebanjiran.

Peti mayat sudah dipindahkan dan sekarang sedang dipanggul oleh beberapa kawan sang penyair. Hanya sedikit yang hadir menemani istri dan saudara-saudara perempuannya dan duta besar Meksiko Martinez Corbala.

Seorang bertanya, lalu dijawab, "Pablo Neruda."
"Apa?"
"Ya, Bung, Pablo Neruda."

Dan perlahan-lahan berita itu menyebar, dan nama itu membuka pintu-pintu dan jendela-jendela, muncul di toko-toko yang sudah hampir tutup, turun dari tiang-tian…

Mengenangmu, Don Pablo

Dari beberapa sumber, aku paham kau yang bernama lengkap Ricardo Eliecer NeftalĂ­ Reyes Basoalto lahir Juli, meninggal September: 12 Juli 1904 - 23 September 1973. Maka awal Agustus ini, seabad lebih atau puluhan tahun rentang waktu lahir dan meninggalmu itu, aku ingin menulis tentangmu. Namun jujur adalah modal keberanianku untuk sekadar menoreh nama besarmu: Pablo Neruda panggil dunia. Mesti diakui, aku baru mengenalmu sekitar tiga tahun silam. Tahun-tahun ketika kampung kami baru saja lepas dan merangkak-anjak dari dua malapetaka raya: perang dan bencana.