Skip to main content

Masalahnya Kita Tak Pernah Benar-benar Punya Masalah

patutlah kukata tak ada
masalah di dunia. sebab kita
terlahir oleh musabab canda tawa.
juga bersebab lenguh pelan dua orang
tua saat masih menumpang tidur di rumah
mertua. dan mertua tak pernah memasalahkannya
kecuali makin giat membawa pulang makanan bergizi
untuk disantap sang menantu ketika siangnya. kelak kita
terlahir dengan tangisan suka cita. kelak kita terlahir dengan
ucapan dan selamatan sampai tetangga kekenyangan tanpa bisa berkata apa.

patutlah kukata tak ada
masalah di dunia. pun ketika
kita tumbuh besar, masalah hanya
ada ketika sesuatu yang telah kadung
besar tak punya tempat unjuk gigi untuk
sekadar memberi bukti betapa telah demikian
besarnya yang kita punya, yang kerap tanpa diduga
bisa menggelapar sendiri tanpa terkontrol serupa beban
di ketinggian yang jatuh oleh sebab putus katrol. kau tahu masalah itu apa?

ya itu dia. masalahnya kita tak pernah benar-benar punya masalah. tak celaka. tak mengapa. sebab celaka tak lebih penting tenimbang bagaimana memahami masalah dan menempatkannya sesuai akal pikiran yang waras, dengan kadar sewaras-warasnya kata waras. sebab celaka tak lebih penting tenimbang bagaimana memanajemenkan kata masalah agar ia benar-benar jadi atau layak disebut masalah hingga kita tak pernah kepikiran lari dari itu masalah. kata orang bijak, masalah adalah alat mendewasakan pikiran hingga pada titik tertentu ia mengaku akan kebesaran Tuhan. Itu makanya, orang bijak juga bilang masalah adalah anugerah. Maka tak ada yang salah dengan masalah. Atau lebih praktis lagi selama ada tekad menghadapi dengan ikhlas hati, anggap saja tak pernah adalah masalah ketika hidup di bumi. Agar para syaitan bingung, agar malaikat mengulum senyum.

Popular posts from this blog

Satu Jam Bersama Ibu & Putri Ishak Daud Di Rumah Kak Na

Marlina atau akrab dipanggil Kak Na, istri Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dengan balutan gaun biru muda terlihat sumringah sore ini. Duduk berbaur bersama sejumlah ibu-ibu berusia lanjut di Aula rumah dinas di Jalan Syeich Muda Wali Banda Aceh, Rabu sore 31 Juli 2013, Kak Na menggelar acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan Nyak-nyak pedagang kaki lima. 
Di aula yang terletak di samping kanan rumah dinas itu, sejumlah penganan buka puasa mewah sudah tersedia di meja bulat yang kerap dipakai oleh pejabat teras pemerintah. Namun, hari ini, atas undangan Kak Na meja dengan hiasan bordiran khas Aceh ini dipakai oleh sekitar 50-an lebih pedagang kaki lima. 
Saat saya masuk ke ruangan ini, Kak Na duduk di meja paling depan dan akrab bergurau dengan seorang gadis kecil yang duduk di samping kanannya. Tepat di depannya seorang nenek duduk sambil sesekali tersenyum melihat Kak Na bersenda dengan gadis kecil tersebut. 
“Selain Nyak-nyak yang hadir sebagai tamu khusus, Kak Na punya tam…

'Mabok Halal' Ala Kopi Aceh

"Di Aceh tak ada minuman halal lain yang bikin pening alias mabok kecuali kopi. Yang haram tapi bikin mumang? Ada, dan saya tak bilang banyak. Kalau mau dicari Ie Jok Masam salah satunya."

Sopir Nyentrik dan Gosip Para Perempuan Tentang Profil Calon Gubernur Aceh Kedepan

Dalam angkutan umum Minibus L.300 jurusan Banda Aceh-Lhokseumawe. Penumpang penuh. Dua orang perempuan di samping sopir, tiga orang perempuan di jok belakang sopir, dua perempuan dan satu laki-laki di baris ketiga. Saya bersama satu penumpang laki-laki lainnya duduk di jok paling belakang.
Aku menumpangi mobil ini saat pulang ke Meureudu akhir Januari lalu. Ini mobil penumpang yang mangkal di terminal angkutan umum antar kota dalam provinsi di Batoh, Banda Aceh. Mobil yang kutumpangi adalah salah satu mobil yang tergabung dalam perusahaan jasa angkutan CV. Mandala. Setidaknya inilah yang tertulis dengan stiker putih di bagian atas kaca depannya.
Sang sopir adalah seorang pria setengah baya. Agak nyentrik untuk ukuran sopir L.300 yang sering kutemui ketika bolak balik Banda Aceh-Meureudu atau ketika aku bepergian ke daerah-daerah lain di Aceh. Minibus L.300 adalah satu-satunya jenis mobil penumpang alternatif yang menjangkau seluruh kabupaten kota di Aceh.
Si sopir yang kubilang nyentri…