Skip to main content

Belajar Menggambar Di Pascasarjana [Tips Mengikuti Mata Kuliah S2]

Judul. Menghias Cover Makalah, kertas A4, pulpen belang-belang itu.
Melihat objek gambar di atas, mungkin sama sekali tidak termasuk dalam kategori gambar atau lukisan. Ini tak jadi soal bagi saya. Sebab yang teringat ketika mata pena tergurat dalam lembaran kertas adalah bagaimana melepas limbah energi bosan dan suntuk keluar dari kepala. Yaitu enyah segera untuk kemudian diganti dengan perasaan santai, tanpa beban. Sesantai pikiran yang bebas dari tugas mencerna isi makalah satu matakuliah yang rujukan analisanya sangat-sangat membingungkan untuk dimaknai akal logika. Kata membingungkan tadi sengaja saya pakai untuk mengganti kata menjengkelkan. Jujurnya memang seperti itu. 

Oya, di Pascasarjana (sepengalaman saya), kau tak harus belajar tasawuf, ilmu nahu, mantiq atau ilmu filsafat sekalipun. Di kelas, kau cukup belajar menggambar sambil sesekali melirik teman-teman sekelas berikut menoleh sang dosen seraya sering-sering menyungging senyum. Lirikan yang kumaksud tak lain bisa kau artikan dengan membaca peta isi kepala atau membaca suasana lebih tepatnya. Dan ini penting. 

Penting? Iya. Memang penting. Ketika suasana sudah terbaca dengan seksama, kau tahu kapan waktunya bertanya, menyela, dan tahu kapan waktunya menganggukkan kepala. Bahkan jika sudah mahir membaca suasana, kau akan benar-benar tahu kapan waktu paling tepat untuk memejamkan mata. Selanjutnya, persoalannya hanya berkutat tentang bagaimana kau bernafas teratur agar tak keluar itu bunyi dengkur.[]

Popular posts from this blog

Satu Jam Bersama Ibu & Putri Ishak Daud Di Rumah Kak Na

Marlina atau akrab dipanggil Kak Na, istri Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dengan balutan gaun biru muda terlihat sumringah sore ini. Duduk berbaur bersama sejumlah ibu-ibu berusia lanjut di Aula rumah dinas di Jalan Syeich Muda Wali Banda Aceh, Rabu sore 31 Juli 2013, Kak Na menggelar acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan Nyak-nyak pedagang kaki lima. 
Di aula yang terletak di samping kanan rumah dinas itu, sejumlah penganan buka puasa mewah sudah tersedia di meja bulat yang kerap dipakai oleh pejabat teras pemerintah. Namun, hari ini, atas undangan Kak Na meja dengan hiasan bordiran khas Aceh ini dipakai oleh sekitar 50-an lebih pedagang kaki lima. 
Saat saya masuk ke ruangan ini, Kak Na duduk di meja paling depan dan akrab bergurau dengan seorang gadis kecil yang duduk di samping kanannya. Tepat di depannya seorang nenek duduk sambil sesekali tersenyum melihat Kak Na bersenda dengan gadis kecil tersebut. 
“Selain Nyak-nyak yang hadir sebagai tamu khusus, Kak Na punya tam…

'Mabok Halal' Ala Kopi Aceh

"Di Aceh tak ada minuman halal lain yang bikin pening alias mabok kecuali kopi. Yang haram tapi bikin mumang? Ada, dan saya tak bilang banyak. Kalau mau dicari Ie Jok Masam salah satunya."

Sopir Nyentrik dan Gosip Para Perempuan Tentang Profil Calon Gubernur Aceh Kedepan

Dalam angkutan umum Minibus L.300 jurusan Banda Aceh-Lhokseumawe. Penumpang penuh. Dua orang perempuan di samping sopir, tiga orang perempuan di jok belakang sopir, dua perempuan dan satu laki-laki di baris ketiga. Saya bersama satu penumpang laki-laki lainnya duduk di jok paling belakang.
Aku menumpangi mobil ini saat pulang ke Meureudu akhir Januari lalu. Ini mobil penumpang yang mangkal di terminal angkutan umum antar kota dalam provinsi di Batoh, Banda Aceh. Mobil yang kutumpangi adalah salah satu mobil yang tergabung dalam perusahaan jasa angkutan CV. Mandala. Setidaknya inilah yang tertulis dengan stiker putih di bagian atas kaca depannya.
Sang sopir adalah seorang pria setengah baya. Agak nyentrik untuk ukuran sopir L.300 yang sering kutemui ketika bolak balik Banda Aceh-Meureudu atau ketika aku bepergian ke daerah-daerah lain di Aceh. Minibus L.300 adalah satu-satunya jenis mobil penumpang alternatif yang menjangkau seluruh kabupaten kota di Aceh.
Si sopir yang kubilang nyentri…