Skip to main content

Hadiah Ulang Tahun Untuk Putri


Putri, Selamat Ulang Tahun! Seperti tahun sebelumnya, lagi-lagi aku telat mengucapkannya. Dan lagi-lagi kau harus mengingatkanku dengan pesan singkat, bahwa 22 Mei adalah hari lahirmu. Maafkanlah.

Abangmu ini memang agak bermasalah dengan angka-angka. Pun angka almanak penting, termasuk tanggal hari lahirmu ini.Tahun ini usiamu bercokol di angka 19. Kau sudah gadis.
Berparas manis. Warisan wajah Mak Yeuk, di mana hal yang paling kuingat darinya semasa beliau masih ada di antara kita adalah bagaimana untuk merawat kecantikannya (pun usianya yang sudah demikian renta), ia hanya mengandalkan air wudhu saja. Lain tidak. Sementara untuk menjaga wangi rambutnya yang telah berwarna keperak-perakan itu, ia hanya mengandalkan bungong seukee dan bungong seulanga yang batangnya telah tumbuh besar di depan rumah Uwak. Begitulah. 

Melihat wajahmu, aku yakin seisi keluarga dan orang-orang dekat keluarga kita, akan mengingat paras Mak Yeuk di masa muda. Tapi paras cantik dan manis bukanlah perihal penting yang akan mengekalkan ingatan orang pada kita. Dan Mak Yeuk benar-benar paham tentang hal ini. Itu makanya, sepanjang kenangan yang masih menyemat dalam kepala, Mak Yeuk adalah pijakan dasar bagiku dalam memaknai kata bijak itu apa. 

Pernah pada suatu sore, semasa Mak Yeuk masih sanggup keluar dari kamar dan duduk ringkih di teras rumah Uwak, aku menyinggung perihal materi padanya. Perihal keluarga kita yang tak punya sebidang tanah pun di kampung. "Mak Yeuk, lon mantong hana meuphom, pakon tanyoe nyang meu tanoh ie di gampong nyoe, tapi hana keuh meu sipetak lampoh atra tanyoe, seulaen lampoh rumoh nyoe? Peu keuh, Kek Amin (suaminya), beutoi-beutoi ureueng gasien jameun?"
Putri, kau harus tahu, mungkin itulah pertanyaan paling menyinggung perasaan seorang Mak Yeuk dari cucunya yang sok-sok kritis ini kala itu. Tapi pun mimik wajahnya sedikit tegang atas pertanyaanku, ia tetap menyungging senyum termanisnya sebelum menjawab pertanyaan terkutuk itu. Lantas Mak Yeuk terkekeh, untuk kemudian tegas berkata-kata.  

"Nyang kon-kon ka teumanyong. Nyoe lon peugah bak droe keuh tapi sep sigoe nyoe lon jaweueb. Sep kali nyoe cit ka teumanyong yang lagee-lagee nyan. Tanyoe ureueng na atra. Cuma lakoe lon matee muda. Watee meuninggai droe geuh, ayah awak kah mantong ubiet-ubiet. Hana soe peutimang peu nyang jeut keu waresan. Meunyoe ka teumanyong jinoe ho ka? Nyan hana lon jaweueb. Seubab nyang peunteng bak lon keu awak droe keuh mandum, kon masalah atra. Peunteng beu meu-agama, beu rayeuek syiara, bek teupeh-teupeh sabe keu droe-droe, bek karu-karu ngon dum soe pih lam gampong, lam donya. Lon hana meu urosan ngon atra nyang ka dicok le gob. Nyang ka dicok le soe-soe nyang mat kuasa. Nyang meu urosan bak lon, awak gata mandum hana meuganggu gob, na akhlak, na adab, kong agama, dan hana jeuet keu musoh ureueng meu iman lam donya. Nyan yang paleng peunteng bak lon. Meunyoe jeut, nyoe beu ka ingat sampoe 'oh lon hana le teuma."

Seumur-umur ini adalah petuah terpanjang yang kudapat dari orang terdekat keluarga kita. Nasehat paling memiriskan hatiku sendiri, di mana pertanyaanku sebelumnya telah membuat (kalau mungkin ada) luka hati Mak Yeuk kembali menganga. Setelah itu lama aku terdiam. Lama Mak Yeuk diam. Ada butir air di kelopak matanya. Tapi itu air mata yang tak jatuh. Mungkin memang sengaja ditahan agar tak luruh. Dan Mak Yeuk kembali tersenyum. Setelahnya kembali berujar, "Kadang hana le lon singoh, awak droe keuh mandum beu meugot-got sabe-sabe droe. Bek na salah haba ngon syiara, bek na pake dawa ngon ureueng lingka, pih ngon ureueng-ureueng laen lam donya."

Lantas suasana kembali hening seperti semula. Mak Yeuk diam kembali, sambil tangannya yang ringkih mengusap-usap bibirnya. Dari mimiknya saat saling diam ini berlangsung sekitar dua, tiga menit lamanya, kulihat bagaimana ia dengan sabar menahan air yang menggenang di dua kelopak matanya untuk tidak menganak sungai di dua belah pipinya. Waktu itu, sembari menikmati angin yang menyemilir dari babah kuala di belakang rumah, kupikir, Mak Yeuk sudah bosan dengan air mata. Atau barangkali, suatu kali ia pernah berjanji dengan diri sendiri, pipinya yang halus itu hanya boleh terbasuh dengan bening air wudhu' dan tak boleh lagi dialiri air mata. Ada kesan tegar dari redup matanya yang nanar, juga keinginan untuk tidak membiarkan luka hati kembali menganga dengan lafaz istighfar yang kemudian terucap dari bibirnya.

Putri. Selamat ulang tahun. Tak ada hadiah serupa kue tart untuk merayakan ulang tahunmu ini. Tapi apakah perayaan ulang tahun itu penting? Penting juga iya. Tidak penting juga benar adanya. Perayaan ulang tahun yang dibarengi ucapan do'a adalah alasan kenapa ia bisa disebut penting. Maka atas kepentingan mendo'akanmu itulah kutulis kembali petuah yang kusimpan baik-baik dalam ingatanku ini. Kutulis kembali sambil memendam perasaan haru mendalam, yang entah bagaimana, dua kelopak mataku terasa penuh tiba-tiba. Penuh oleh air yang entah datang dari mana. Padahal ini bukan musim penghujan, bukan pula musim yang sering menyebabkan banjir bandang. Al-Fatihah!

Emperom, 25 Mei 2014.

Popular posts from this blog

Satu Jam Bersama Ibu & Putri Ishak Daud Di Rumah Kak Na

Marlina atau akrab dipanggil Kak Na, istri Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dengan balutan gaun biru muda terlihat sumringah sore ini. Duduk berbaur bersama sejumlah ibu-ibu berusia lanjut di Aula rumah dinas di Jalan Syeich Muda Wali Banda Aceh, Rabu sore 31 Juli 2013, Kak Na menggelar acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan Nyak-nyak pedagang kaki lima. 
Di aula yang terletak di samping kanan rumah dinas itu, sejumlah penganan buka puasa mewah sudah tersedia di meja bulat yang kerap dipakai oleh pejabat teras pemerintah. Namun, hari ini, atas undangan Kak Na meja dengan hiasan bordiran khas Aceh ini dipakai oleh sekitar 50-an lebih pedagang kaki lima. 
Saat saya masuk ke ruangan ini, Kak Na duduk di meja paling depan dan akrab bergurau dengan seorang gadis kecil yang duduk di samping kanannya. Tepat di depannya seorang nenek duduk sambil sesekali tersenyum melihat Kak Na bersenda dengan gadis kecil tersebut. 
“Selain Nyak-nyak yang hadir sebagai tamu khusus, Kak Na punya tam…

'Mabok Halal' Ala Kopi Aceh

"Di Aceh tak ada minuman halal lain yang bikin pening alias mabok kecuali kopi. Yang haram tapi bikin mumang? Ada, dan saya tak bilang banyak. Kalau mau dicari Ie Jok Masam salah satunya."

Sopir Nyentrik dan Gosip Para Perempuan Tentang Profil Calon Gubernur Aceh Kedepan

Dalam angkutan umum Minibus L.300 jurusan Banda Aceh-Lhokseumawe. Penumpang penuh. Dua orang perempuan di samping sopir, tiga orang perempuan di jok belakang sopir, dua perempuan dan satu laki-laki di baris ketiga. Saya bersama satu penumpang laki-laki lainnya duduk di jok paling belakang.
Aku menumpangi mobil ini saat pulang ke Meureudu akhir Januari lalu. Ini mobil penumpang yang mangkal di terminal angkutan umum antar kota dalam provinsi di Batoh, Banda Aceh. Mobil yang kutumpangi adalah salah satu mobil yang tergabung dalam perusahaan jasa angkutan CV. Mandala. Setidaknya inilah yang tertulis dengan stiker putih di bagian atas kaca depannya.
Sang sopir adalah seorang pria setengah baya. Agak nyentrik untuk ukuran sopir L.300 yang sering kutemui ketika bolak balik Banda Aceh-Meureudu atau ketika aku bepergian ke daerah-daerah lain di Aceh. Minibus L.300 adalah satu-satunya jenis mobil penumpang alternatif yang menjangkau seluruh kabupaten kota di Aceh.
Si sopir yang kubilang nyentri…