Skip to main content

Cara Gampang Mengelola Blog

"Jika ngeblog adalah sebuah pilihan. Maka bertanggung jawablah dengan itu pilihan. Seperti bagaimana bertanggung jawab dengan seorang istri setelah kau nikahi. Kau harus memberinya nafkah sehari-hari. Ngeblog begitu juga. Kau harus menafkahinya jika ingin disebut seorang yang bertanggung jawab. Jika tidak, ya tak usah tentukan pilihan."

Itulah opini yang saya bangun dalam pikiran untuk diri sendiri. Setelah memutuskan untuk belajar menjadi blogger, saya menekankan pada diri sendiri bahwa bertanggung jawab terhadap blog itu penting. Sepenting menafkahi seorang istri. Kira-kira begitulah.

Bertanggung jawab yang saya maksud di sini adalah dalam artian bagaimana mengelolanya agar blog kita eksis di mata dunia. Tidak semata-mata, setelah buat, lantas sudah. Terbengkalai tak menentu. Namun dalam mengelolanya, ada pentingnya juga untuk terlebih mengerti dulu dasar apa kita membuat sebuah blog. Intinya seperti ilustrasi gambar di atas. Ada banyak macam orientasi seseorang membuat blog. Ada yang ingin sekadar eksis, buat gaya-gayaan, tempat narsis, ngejar trafik, memperindah tampilan, bikin link atau nama yang kontroversi, mempelajari SEO, dan lain sebagainya; yang ujung-ujungnya blog yang dikelola dapat menghasilkan uang nantinya.


Berangkat dari banyak orientasi seperti itu, saya sempat merasa pusing. Newbie seperti saya berharap dapat dollar dari blog adalah mimpi. Sambil bermimpi-mimpi itulah dari sejak pertama blog ini dibuat, saya selalu mengubah ini itu, utak atik sana sini, sampai kemudian saya mengerti bahwa hal paling penting dalam mengelola blog adalah dengan intens menulis. Intens mengisi dengan tulisan-tulisan, bukan malah gonta-ganti tampilan.

Dari intensitas menulis, saya beranggapan blog akan bisa berdikari sendiri dalam dunia maya. Dengan banyaknya tulisan yang terposting, konon lagi jika tulisan-tulisan yang dihasilkan adalah tulisan yang bermutu. Banyak manfaat buat orang banyak, blog akan bisa berpetualang dengan sendirinya di pelbagai mesin pencari. Mau di google, yahoo, bing, dan lain sebagainya. Jadi segampang-gampangnya mengelola sebuah blog adalah dengan intens menafkahinya dengan banyak tulisan. Itu saja. Hmmmm... Ini lebih kepada peringatan untuk diri sendiri.[]



Popular posts from this blog

Satu Jam Bersama Ibu & Putri Ishak Daud Di Rumah Kak Na

Marlina atau akrab dipanggil Kak Na, istri Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dengan balutan gaun biru muda terlihat sumringah sore ini. Duduk berbaur bersama sejumlah ibu-ibu berusia lanjut di Aula rumah dinas di Jalan Syeich Muda Wali Banda Aceh, Rabu sore 31 Juli 2013, Kak Na menggelar acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan Nyak-nyak pedagang kaki lima. 
Di aula yang terletak di samping kanan rumah dinas itu, sejumlah penganan buka puasa mewah sudah tersedia di meja bulat yang kerap dipakai oleh pejabat teras pemerintah. Namun, hari ini, atas undangan Kak Na meja dengan hiasan bordiran khas Aceh ini dipakai oleh sekitar 50-an lebih pedagang kaki lima. 
Saat saya masuk ke ruangan ini, Kak Na duduk di meja paling depan dan akrab bergurau dengan seorang gadis kecil yang duduk di samping kanannya. Tepat di depannya seorang nenek duduk sambil sesekali tersenyum melihat Kak Na bersenda dengan gadis kecil tersebut. 
“Selain Nyak-nyak yang hadir sebagai tamu khusus, Kak Na punya tam…

'Mabok Halal' Ala Kopi Aceh

"Di Aceh tak ada minuman halal lain yang bikin pening alias mabok kecuali kopi. Yang haram tapi bikin mumang? Ada, dan saya tak bilang banyak. Kalau mau dicari Ie Jok Masam salah satunya."

Sopir Nyentrik dan Gosip Para Perempuan Tentang Profil Calon Gubernur Aceh Kedepan

Dalam angkutan umum Minibus L.300 jurusan Banda Aceh-Lhokseumawe. Penumpang penuh. Dua orang perempuan di samping sopir, tiga orang perempuan di jok belakang sopir, dua perempuan dan satu laki-laki di baris ketiga. Saya bersama satu penumpang laki-laki lainnya duduk di jok paling belakang.
Aku menumpangi mobil ini saat pulang ke Meureudu akhir Januari lalu. Ini mobil penumpang yang mangkal di terminal angkutan umum antar kota dalam provinsi di Batoh, Banda Aceh. Mobil yang kutumpangi adalah salah satu mobil yang tergabung dalam perusahaan jasa angkutan CV. Mandala. Setidaknya inilah yang tertulis dengan stiker putih di bagian atas kaca depannya.
Sang sopir adalah seorang pria setengah baya. Agak nyentrik untuk ukuran sopir L.300 yang sering kutemui ketika bolak balik Banda Aceh-Meureudu atau ketika aku bepergian ke daerah-daerah lain di Aceh. Minibus L.300 adalah satu-satunya jenis mobil penumpang alternatif yang menjangkau seluruh kabupaten kota di Aceh.
Si sopir yang kubilang nyentri…