Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2016

DN Ibnoe Hadjare

Droeneuh Nyan Ibnoe Hadjare. Frasa 'Droeneuh Nyan (DN)' adalah penggambaran dari sebuah lakap penghormatan sekaligus ketakziman mendalam. Frasa ini setingkat dua tingkat melebihi frasa sanjungan (kau boleh menyamadengankan kata ini dengan kata jilatan) semisal Paduka Yang Mulia (PYM), yang kepopulerannya sezaman dengan peletakan batu pertama bangunan megah tepi jalan Sukarno-Hatta yang belum selesai-selesai sebab kemacetan anggaran di Lampeuneurut sana.

Dan adalah meusoe-soe sinyak yang layak menyandang lakap DN ini. Tidak Muhaddzier Maop, tidak juga Muhajir Pemulung. Apalagi sosok berinisial M lain yang lebih dulu ketiban gelar PYM itu. Sungguh tidak pantas sama sekali.

Seorang Tua yang Muda Kembali di Wapres Bulungan Jakarta

Ada tiga lagu yang dinyanyikannya malam itu. Tiga lagu yang cukup mengukuhkan Mick Jagger–pesohor musik renta yang dengan Keith Richards, Ronnie Wood, Charlie Watts telah melambungkan nama The Rolling Stones jadi band yang patut dikenang sepanjang masa–sebagai pecundang. Sekalipun hanya akan berlaku untuk malam itu saja. Ia telah renta. Saat dipanggil ke panggung oleh host yang sebelumnya membawakan tiga lagu bergenre rock ‘n roll, dangdut dan reggae, nampak betul jalannya telah ringkih. Tapi celetukan host, “Ini Pak, menyanyilah sampai pingsan,” membuat suasana jadi riuh oleh tepuk tangan dan cekikikan para pengunjung. Dan dengan sumringah ia mengambil pengeras suara yang disodorkan kepadanya. Warung Apresiasi, berlokasi di Jalan Bulungan, Blok M bilangan Jakarta Selatan. Satu komplek dengan gedung olahraga Bulungan atau persis di sebelah belakang Plaza Blok M. Tempat ini lebih terkenal dengan singkatan Wapres Bulungan. Bagi yang pernah tinggal dan kuliah di Darussalam Banda Aceh antar…