Skip to main content

Home Stay Murah di Yogyakarta

Sudah terkenal sebagai salah satu pusat destinasi wisata Indonesia, mencari penginapan di Yogyakarta adalah perkara gampang. Tinggal rogoh kocek kau boleh pilah pilih tempat bermalam, mandi, ganti baju dan gosok gigi sesuai selera. Mau yang selera bagaimana pun, semua tersedia di hampir setiap sudut kota. Hotel, losmen, dan home stay bertebaran di mana saja.


Bagi yang kocek pas-pasan, barangkali penginapan bertarif Rp75 - 150 ribu per malam adalah pilihan yang memungkinkan. Dan Home Stay Yogyakarta adalah salah satu pilihan. Terletak persis di pinggir jalan Parangtritis, No. 106, home stay ini merupakan penginapan sederhana yang cocok untuk para backpackeran atau para pendatang yang ingin sedikit berhemat dalam perjalanan.


Per malam, satu kamar dibanderol Rp125 ribu. Ini kamar sederhana tanpa fasilitas air conditioning (AC) kecuali hanya dilengkapi dengan seperangkat kipas angin yang menempel di loteng kamar. Kipas angin yang ketika dihidupkan akan terlihat seperti baling-baling helikopter. Tersedia single atau double bed setiap kamarnya. Ranjang yang di atasnya dilengkapi kasur busa dengan sprei dan sarung bantal bunga-bunga. Ini paket tanpa bed cover atawa selimut tentu saja.

Seperangkat televisi tabung kecil merk Sanken lengkap dengan antena UHF, berwarna orange yang penangkap gelombang siarannya berupa seng alumunium kusam, adalah kotak penghibur yang tersedia satu-satunya. Lalu ada cermin yang kacanya telah begitu kusam menempel di dinding tembok dengan cat terkelupas di beberapa sudut.

Atas nama kesederhanaan, kamar home stay ini boleh dikatakan andalan.

Di kamar mandi kau mesti menciduk airnya dengan gayung dalam sebuah bejana plastik yang diletakkan di atas kursi plastik warna biru. Tapi untuk buang air besar (BAB), kau boleh sedikit tenang. Kloset duduk tersedia di sini yang tentu saja sedikit membuat lega para tamu yang mengidap asam urat, rematik atau mereka yang gampang kesemutan ketika berjongkok.

Atas nama menghemat biaya, kamar dan fasilitas apa adanya tidak jadi soalan kiranya. Asalkan terlihat bersih, nyatanya tempat beginilah yang harus kau pilih. Selebihnya kau hanya butuh cepat-cepat adaptasi atas kondisi lembab dan apek suasana kamarnya. Selamat menikmati liburan murah di Yogyakarta.[]

Popular posts from this blog

Satu Jam Bersama Ibu & Putri Ishak Daud Di Rumah Kak Na

Marlina atau akrab dipanggil Kak Na, istri Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dengan balutan gaun biru muda terlihat sumringah sore ini. Duduk berbaur bersama sejumlah ibu-ibu berusia lanjut di Aula rumah dinas di Jalan Syeich Muda Wali Banda Aceh, Rabu sore 31 Juli 2013, Kak Na menggelar acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan Nyak-nyak pedagang kaki lima. 
Di aula yang terletak di samping kanan rumah dinas itu, sejumlah penganan buka puasa mewah sudah tersedia di meja bulat yang kerap dipakai oleh pejabat teras pemerintah. Namun, hari ini, atas undangan Kak Na meja dengan hiasan bordiran khas Aceh ini dipakai oleh sekitar 50-an lebih pedagang kaki lima. 
Saat saya masuk ke ruangan ini, Kak Na duduk di meja paling depan dan akrab bergurau dengan seorang gadis kecil yang duduk di samping kanannya. Tepat di depannya seorang nenek duduk sambil sesekali tersenyum melihat Kak Na bersenda dengan gadis kecil tersebut. 
“Selain Nyak-nyak yang hadir sebagai tamu khusus, Kak Na punya tam…

'Mabok Halal' Ala Kopi Aceh

"Di Aceh tak ada minuman halal lain yang bikin pening alias mabok kecuali kopi. Yang haram tapi bikin mumang? Ada, dan saya tak bilang banyak. Kalau mau dicari Ie Jok Masam salah satunya."

Sopir Nyentrik dan Gosip Para Perempuan Tentang Profil Calon Gubernur Aceh Kedepan

Dalam angkutan umum Minibus L.300 jurusan Banda Aceh-Lhokseumawe. Penumpang penuh. Dua orang perempuan di samping sopir, tiga orang perempuan di jok belakang sopir, dua perempuan dan satu laki-laki di baris ketiga. Saya bersama satu penumpang laki-laki lainnya duduk di jok paling belakang.
Aku menumpangi mobil ini saat pulang ke Meureudu akhir Januari lalu. Ini mobil penumpang yang mangkal di terminal angkutan umum antar kota dalam provinsi di Batoh, Banda Aceh. Mobil yang kutumpangi adalah salah satu mobil yang tergabung dalam perusahaan jasa angkutan CV. Mandala. Setidaknya inilah yang tertulis dengan stiker putih di bagian atas kaca depannya.
Sang sopir adalah seorang pria setengah baya. Agak nyentrik untuk ukuran sopir L.300 yang sering kutemui ketika bolak balik Banda Aceh-Meureudu atau ketika aku bepergian ke daerah-daerah lain di Aceh. Minibus L.300 adalah satu-satunya jenis mobil penumpang alternatif yang menjangkau seluruh kabupaten kota di Aceh.
Si sopir yang kubilang nyentri…