Skip to main content

Fakhurradzie Gade, Sebuah Obituari

Suasana Pemakaman Alm. Fakhurradzie Gade.|Doc. Husaini Ende
Pertemuan dan kebersamaan itu fana. Sementara kenangan yang tercipta darinya adalah kefanaan dalam bentuk lain yang kadarnya di ambang abadi. Pelan-pelan menghilang ketika masing-masing pelaku kenangan itu tiba pada titik ajal yang datangnya tak pernah diketahui. Lalu ketika perpisahan datang tiba-tiba dan kemudian usai begitu saja, kita sadar bahwa ingatan adalah tumpukan layer-layer kenangan yang kian hari kian meninggi. Yang ketika menemukan hari di mana seorang teman atau siapa pun yang pernah bersama kita meninggal dunia, kita mencoba menggali kembali layer kenangan di antara tumpukan yang meninggi itu.

Aceh, khususnya dunia jurnalistik Aceh, kehilangan seorang jurnalis terbaiknya dua hari kemarin. Pada Jum'at malam, 11 November 2016, sekira pukul 23.00, Fakhurradzie Gade meninggal dunia di RS Pertamedika Banda Aceh setelah sehari sebelumnya sempat dirawat di sana. Banyak orang meratapi kepergiannya yang pulang menghadap Allah Maha Pencipta pada usia 37 tahun hidup di dunia.[]


Popular posts from this blog

Satu Jam Bersama Ibu & Putri Ishak Daud Di Rumah Kak Na

Marlina atau akrab dipanggil Kak Na, istri Wakil Gubernur Aceh Muzakkir Manaf dengan balutan gaun biru muda terlihat sumringah sore ini. Duduk berbaur bersama sejumlah ibu-ibu berusia lanjut di Aula rumah dinas di Jalan Syeich Muda Wali Banda Aceh, Rabu sore 31 Juli 2013, Kak Na menggelar acara silaturrahmi dan buka puasa bersama dengan Nyak-nyak pedagang kaki lima. 
Di aula yang terletak di samping kanan rumah dinas itu, sejumlah penganan buka puasa mewah sudah tersedia di meja bulat yang kerap dipakai oleh pejabat teras pemerintah. Namun, hari ini, atas undangan Kak Na meja dengan hiasan bordiran khas Aceh ini dipakai oleh sekitar 50-an lebih pedagang kaki lima. 
Saat saya masuk ke ruangan ini, Kak Na duduk di meja paling depan dan akrab bergurau dengan seorang gadis kecil yang duduk di samping kanannya. Tepat di depannya seorang nenek duduk sambil sesekali tersenyum melihat Kak Na bersenda dengan gadis kecil tersebut. 
“Selain Nyak-nyak yang hadir sebagai tamu khusus, Kak Na punya tam…

'Mabok Halal' Ala Kopi Aceh

"Di Aceh tak ada minuman halal lain yang bikin pening alias mabok kecuali kopi. Yang haram tapi bikin mumang? Ada, dan saya tak bilang banyak. Kalau mau dicari Ie Jok Masam salah satunya."

Sopir Nyentrik dan Gosip Para Perempuan Tentang Profil Calon Gubernur Aceh Kedepan

Dalam angkutan umum Minibus L.300 jurusan Banda Aceh-Lhokseumawe. Penumpang penuh. Dua orang perempuan di samping sopir, tiga orang perempuan di jok belakang sopir, dua perempuan dan satu laki-laki di baris ketiga. Saya bersama satu penumpang laki-laki lainnya duduk di jok paling belakang.
Aku menumpangi mobil ini saat pulang ke Meureudu akhir Januari lalu. Ini mobil penumpang yang mangkal di terminal angkutan umum antar kota dalam provinsi di Batoh, Banda Aceh. Mobil yang kutumpangi adalah salah satu mobil yang tergabung dalam perusahaan jasa angkutan CV. Mandala. Setidaknya inilah yang tertulis dengan stiker putih di bagian atas kaca depannya.
Sang sopir adalah seorang pria setengah baya. Agak nyentrik untuk ukuran sopir L.300 yang sering kutemui ketika bolak balik Banda Aceh-Meureudu atau ketika aku bepergian ke daerah-daerah lain di Aceh. Minibus L.300 adalah satu-satunya jenis mobil penumpang alternatif yang menjangkau seluruh kabupaten kota di Aceh.
Si sopir yang kubilang nyentri…